Salin Artikel

Sri Mulyani Usul agar Investor ASEAN Buka Asuransi Umum di RI

Bendahara Negara itu menjelaskan, industri asuransi di dalam negeri pertumbuhannya cenderung lebih lambat jika dibandingkan dengan negara lain. Harapannya, investor bisa membuka jasa asuransi baik umum atau konvensional maupun syariah di dalam negeri.

Melalui ratifikasi protokol ketujuh, Sri Mulyani mengatakan Indonesia akan memperjelas komitmen non-life insurance menjadi konvensional dan tafakul/syariah. Pengesahan protokol ketujuh menurutnya tidak mewajibkan Indonesia untuk mengubah peraturan yang ada.

"Melalui komitmen protokol ke-7, Indonesia menegaskan pemberian izin bagi investor ASEAN untuk membuka jasa asuransi umum baik konvensional maupun syariah," ujar Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan DPR RI, Senin (5/10/2020).

"Dengan batas kepemilikan asing sesuai peraturan yang berlaku yaitu 80 persen yang tertuang di dalam UU Nomor 40 tahun 2014 tentang Peransuransian dan PP Nomor 3 Tahun 2020 tentang Kepemilikan Asing pada Perusahaan Peransuransian," sambungnya.

Untuk diketahui, AFAS merupakan landasan dasar untuk menuju integrasi sektor jasa keuangan di ASEAN. Sebab, sektor ini menyumbang kontribusi sekitar 52 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) ASEAN di 2019.

Sri Mulyani memandang, Indonesia perlu meratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS untuk dapat segera memanfaatkan potensi kerja sama jasa keuangan di ASEAN, khususnya asuransi umum syariah.


Dengan meratifikasi protokol ketujuh, pertumbuhan industri asuransi syariah di tanah air dinilai berpeluang untuk berkembang karena ada peningkatan persaingan antar pelaku industri dan investasi.

"Pertumbuhan industri asuransi umum syariah di Indoensai akan memperluas proteksi dan mendorong pendalaman pasar keuangan. Melalui ratifikasi protokol ketujuh jasa keuangan AFAS, Indonesia juga dapat memanfaatkan perluasan akses pasar yang dikomitmenkan negara mitra ASEAN," tuturnya.

Sri Mulyani merinci, terdapat perbedaan kemajuan sektor jasa antar negara di ASEAN. Ada yang sudah maju seperti di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Filipina.

"Kemudian yang lima lainnya dalam sedang di tahap catching up, seperti Vietnam, Kamboja Laos, Myanmar. Brunei, karena spesifik penggunaan rezim ke Singapur dan mendekati seperti Singapura," ujar dia.

https://money.kompas.com/read/2020/10/05/140121826/sri-mulyani-usul-agar-investor-asean-buka-asuransi-umum-di-ri

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.