Salin Artikel

Pertumbuhan Ekonomi Global Diprediksi Bisa Minus 5 Persen, Terburuk dalam 80 Tahun Terakhir

Adrian bahkan menuturkan, kontraksi ini merupakan yang terburuk dalam 80 tahun terakhir. Pada tahun 2021, ekonomi global bakal pulih (rebound) secara parsial di kisaran 3 persen-4 persen.

"Rentang proyeksi dari pertumbuhan ekonomi global berada di kisaran -5 persen sampai -4 persen di tahun 2020, terburuk dalam 80 tahun terakhir," kata Adrian dalam laporannya, Rabu (14/10/2020).

Adrian menuturkan, pulihnya ekonomi global di tahun 2021 ini masih diwarnai ketidakpastian yang tinggi. Tahun depan, nampaknya masih disertai fluktuasi bisnis yang tajam. Pemulihan bisa tidak merata di semua negara.

Apalagi saat ini, virus Covid-19 masih menginfeksi 140 lebih negara di dunia. Harapan cepat pulihnya aktifitas sosioekonomi kembali menipis, karena terjadinya pasang naik kasus infeksi.

"Kasus infeksi pasang naik terjadi di banyak negara, misalnya di AS, Jerman, Perancis, Spanyol, Italia dan Belanda," ujar Adrian.

Adrian menjelaskan, lambatnya pemulihan ekonomi global terjadi karena krisis kali ini berbeda dengan dua krisis sebelumnya. Paling tidak, ada 3 aspek yang membedakan.

Pertama, ada-tidaknya faktor penyeimbang pertumbuhan global di krisis tahun ini. Krisis yang terjadi di tahun 1998 dan 2008, krisis hanya melanda sebagian kawasan. Artinya, kawasan lain yang tidak dilanda krisis masih bisa berperan sebagai penyeimbang pertumbuhan ekonomi global.

"Di tahun 2020 ini, dunia tidak memiliki elemen penyeimbang. Karena seluruh dunia, tanpa terkecuali, terkena krisis," paparnya.



Faktor kedua, krisis yang terjadi di tahun 1998 dan 2008 lebih bersifat finansial dan ekonomi, dan bias kearah kejutan permintaan. Dalam beberapa kasus, disertai dengan reperkusi politik.

Sedangkan di tahun 2020, krisis terjadi dipicu oleh faktor kesehatan yang kemudian menyebabkan terhentinya mobilitas manusia dan goncangan ekonomi.

Ketiga, bila dalam krisis 1998 dan 2008 negative spillovers yang bersifat wilayah terbantu oleh penyelesaian yang berkerangka regional, maka di 2020 negative spillovers yang bersifat global belum memiliki solusi berkerangka global.

"Bahkan dalam banyak kasus, rivalitas yang justru terjadi. Proses pengembangan vaksin yang tidak diwarnai oleh kerjasama global secara erat adalah contoh kontemporer," ungkap Adrian.

https://money.kompas.com/read/2020/10/14/163900126/pertumbuhan-ekonomi-global-diprediksi-bisa-minus-5-persen-terburuk-dalam-80

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.