Salin Artikel

Resign di Tengah Pandemi, Wim Jadi "Tukang Sayur" Beromzet Puluhan Juta Rupiah

Tak sedikit juga masyarakat harus rela keluar atau resign dari pekerjaannya agar bisa membuka bisnis yang baru yang lebih berpeluang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih menjanjikan.

Hal ini jugalah yang membuat Hubertus Wim Djanoko untuk berani keluar dari perusahaan tempat ia bekerja dan fokus mengembangkan bisnis barunya yang menjual sayuran dan sembako yang diberi nama Sayur Home Delivery.

Awalnya, Wim, panggilannya, hanyalah seorang karyawan auditor di salah satu perusahaan swasta. Namun, sejak adanya pandemi, perusahaan tempat dia bekerja memaksa semua karyawannya untuk bekerja dari rumah (WFH).

Selama WFH tersebut pun, Wim, merasa bosan. Lalu ketika melihat keadaan bahwa para tetangganya jarang untuk keluar rumah sementara kebutuhan harus terpenuhi, munculah inisiatifnya untuk membuka usaha jualan sayur.

"Selama pandemi kan orang malas ke luar rumah, padahal kebutuhan harus terpenuhi. Saya lihat tukang sayur keliling aja enggak jualan, dari sanalah saya dan istri saya berinisiatif untuk membuka usaha Sayur Home Delivery," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/10/2020).

Setelah berdiskusi bersama sang istri, akhirnya Wim resmi membuka usahanya di bulan Maret yang lalu.

Selama sebulan penuh dia fokus untuk mengembangkan usahanya. Wim pun memanfaatkan platform e-commerce seperti Tokopedia untuk memperkenalkan usahanya.

Pada saat itu pemain usaha di bidang sayur masih sedikit, sementara permintaan masyakarat akan kebutuhan sayuran sangat tinggi, di situlah Wim mendapatkan peluang yang sangat tepat.

Selama sebulan, dia bersama istrinya berhasil meraup omzet hingga puluhan juta rupiah.

Berangkat dari situ jugalah, Wim berani untuk memutuskan keluar dan resign dari tempat pekerjaannya, sembari ingin fokus mengembangkan usahnya lagi.

"Saya berani keluar karena saya lihat pendapatan saya dari usaha sayur lebih banyak dari pada di tempat kerja saya, makanya saya resign sembari fokus mengembangkan usaha saya ini lagi," ungkapnya.

Hingga memasuki beberapa bulan kemudian, ia kembali menambah platform e-commerce lain untuk memperkenalkan jualannya seperti Shopee, Blibli hingga JD.id. Per harinya, Wim berhasil melayani pelanggan sekitar 40 lebih pesanan melalui online.

Wim pun merasa berkat adanya usahanya ini, keuntungannya bukan hanya dia sendiri yang merasakan, tetapi kalangan dari kelas ke bawah seperti para pengemudi ojek online hingga para pedagang sayur atau supplier sayur, juga ikut merasakan keuntungan.

"Sebab bahan bakunya, saya dapat dari para supplier, ada juga dari para petani langsung, merasa terbantu kan mereka. Para kurir atau ojek online juga sama," ucapnya.


Hingga kini, produk-produk yg dijual pun beraneka ragam. Mulai dari dari sayuran, buah-buahan hingga bumbu dapur.

Para pembelinya pun berasal dari berbagai daerah. Terdekatnya, pembelinya berasal dari Bogor dan pembeli terjauhnya berasal dari Papua.

Wim mengaku, semenjak adanya New Normal memang ada penurunan pada omzetnya. Apalagi sejak para pemain baru mulai bermunculan, membuat para pembelinya sedikit menurun.

Walaupun begitu, kata dia, penurunan omzetnya tidak terlalu berdampak pada bisnisnya. Ke depannya pun Wim optimistis dan berharap bahwa usahanya ini bisa semakin berkembang lagi dan menjual berbagai produk olahan lainnya.

https://money.kompas.com/read/2020/10/20/113900826/resign-di-tengah-pandemi-wim-jadi-tukang-sayur-beromzet-puluhan-juta-rupiah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.