Salin Artikel

Indonesia-AS Targetkan Nilai Perdagangan Naik 2 Kali Lipat

Pembahasan itu dilakukan oleh Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda dan Undersecretary US Department of Commerce ( USDOC) Joe Semsar pada pertemuan yang berlangsung di KBRI Washington DC, AS, Selasa (17/11/2020) waktu setempat.

Pada 2019, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 27,11 miliar dollar AS. Jumlah ini pun ditargetkan menjadi 60 miliar dollar AS dalam lima tahun.

“Kedua pihak akan mengidentifikasi langkah konkret dan quick win untuk dikembangkan bersama," ujar Arlinda dalam keterangan tertulis, Minggu (22/11/2020).

Ia menjelaskan, gagasan peningkatan volume kerja sama dagang dengan AS sebelumnya pernah diangkat pada 2019, namun belum ditindaklanjuti karena kedua pihak fokus pada penyelesaian isu Generalized Systems of Preference (GSP) atau fasilitas bea masuk yang diberikan AS terhadap produk impor asal Indonesia.

Pada 30 Oktober 2020 pemerintah AS pun telah memutuskan untuk memperpanjang fasilitas GSP bagi Indonesia. Sehingga keputusan itu ditindaklanjuti untuk bisa semakin mendorong volume kerjasama dagang antar kedua negara.

Pertemuan antar kedua negara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Delegasi RI ke AS pada 16–17 November 2020 yang dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Sejumlah agenda dalam pertemuan tersebut, termasuk pembahasan tindak lanjut keputusan GSP dan eksplorasi langkah peningkatan perdagangan dua arah.

"USDOC terbuka untuk berbagi best practices bidang perdagangan di AS, antara lain dalam hal promosi ekspor dan berbagi informasi mengenai perdagangan digital," jelas Arlinda.

Ekspor perdagangan ke AS tetap terjaga tetap terjaga di tengah masa pandemi. Ini ditunjukkan oleh surplus perdagangan bagi Indonesia sepanjang Januari-September 2020 sebesar 7,24 miliar dollar AS, atau naik 16,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam lima tahun terakhir atau sepanjang 2015-2019, neraca perdagangan Indonesia selalu surplus terhadap AS dengan tren 4,68 persen per tahun.

Pada 2019, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus 8,58 miliar dollar AS atau meningkat 3,86 persen dari neraca tahun 2018 dengan 8,26 miliar dollar AS.

Pada tahun lalu, ekspor utama Indonesia ke AS antara lain udang beku, karet alam, alas kaki, ban, produk tekstil, dan ban. Sedangkan impor utama Indonesia dari AS antara lain kedelai, kapas, serta gandum.

https://money.kompas.com/read/2020/11/22/182600126/indonesia-as-targetkan-nilai-perdagangan-naik-2-kali-lipat

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saraswati Indoland Targetkan Marketing Sales Capai Rp 100 Miliar

Saraswati Indoland Targetkan Marketing Sales Capai Rp 100 Miliar

Whats New
Pertumbuhan Uang Beredar Melambat, Ini Penyebabnya

Pertumbuhan Uang Beredar Melambat, Ini Penyebabnya

Whats New
Nadiem Minta Kampus Negeri Bentuk Dana Abadi, Ada Insentif Rp 455 Miliar pada 2022

Nadiem Minta Kampus Negeri Bentuk Dana Abadi, Ada Insentif Rp 455 Miliar pada 2022

Whats New
Temui Ketua MUI, Hotman Paris Minta Maaf soal Promo Miras Holywings

Temui Ketua MUI, Hotman Paris Minta Maaf soal Promo Miras Holywings

Whats New
Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Honda Prospect Motor Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Kinerja Fintech Lending Masih Tertekan, Ini Penyebabnya

Kinerja Fintech Lending Masih Tertekan, Ini Penyebabnya

Whats New
Dua Tersangka Kasus KSP Indosurya Bebas, Perkaranya Tetap Berjalan

Dua Tersangka Kasus KSP Indosurya Bebas, Perkaranya Tetap Berjalan

Whats New
Elon Musk Ramal Resesi AS Tak Terhindarkan dan Dalam Waktu Dekat

Elon Musk Ramal Resesi AS Tak Terhindarkan dan Dalam Waktu Dekat

Whats New
Segini Biaya Admin BRI yang Memicu Nasabah Robek Buku Tabungan hingga Viral

Segini Biaya Admin BRI yang Memicu Nasabah Robek Buku Tabungan hingga Viral

Whats New
Deliveree Dapat Pendanaan Seri C Senilai 70 Juta Dollar AS untuk Perkuat Supply Chain

Deliveree Dapat Pendanaan Seri C Senilai 70 Juta Dollar AS untuk Perkuat Supply Chain

Whats New
Update Total Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2022 untuk Mobil Pribadi

Update Total Tarif Tol Surabaya-Probolinggo 2022 untuk Mobil Pribadi

Spend Smart
Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang Mulai Hari Ini, Beberapa Ruas Tak Bisa Dilalui

Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang Mulai Hari Ini, Beberapa Ruas Tak Bisa Dilalui

Whats New
Sebelum Tukar Valas, Simak Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BCA

Sebelum Tukar Valas, Simak Dulu Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri hingga BCA

Whats New
Minta Minyak Murah, Sri Lanka Kirim 2 Menteri ke Rusia dan Qatar

Minta Minyak Murah, Sri Lanka Kirim 2 Menteri ke Rusia dan Qatar

Whats New
Tokenisasi Sukuk untuk Danai UMKM

Tokenisasi Sukuk untuk Danai UMKM

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.