Salin Artikel

Momen Window Dressing, Emas Bisa Jadi Pilihan Investasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Secara historis menjelang akhir tahun selalu ada momen peningkatkan nilai investasi di pasar saham dan keuangan akibat window dressing.

Begitu pula yang terjadi pada tahun ini.

Window dressing merupakan strategi yang dilakukan perusahaan maupun manajer investasi untuk mempercantik portofolio investasinya.

Direktur PT Solid Gold Berjangka (SGB) Dikki Soetopo mengatakan, pada momen tersebut, nilai saham akan menguat terutama untuk kategori saham-saham blue chip.

Khusus di perdagangan berjangka, untuk produk derivatif indeks Hang Seng dan Nikkei dipastikan akan melonjak tajam.

"Di momen window dressing, sektor keuangan dan saham akan menguat seiring derasnya aliran modal yang masuk ke dalam perusahaan," ujar Dikki dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/11/2020).

Sementara saham dan pasar keuangan menguat, justru harga emas biasanya akan terkoreksi.

Akan tetapi, Dikki menilai, hal tersebut malah menjadi peluang bagi para investor untuk memborong emas.

Alasannya yakni ada harapan penguatan harga emas di awal tahun 2021, terdorong dengan adanya January effect, yang disambut juga oleh momen Imlek.

Sehingga momen tersebut bisa dimanfaatkan investor kedepannya.

Menurut Dikki, pada saat window dressing, harga emas akan mengalami pelemahan di kisaran harga middle price di level 1.761 dollar AS per troy ons.

Tapi banyak analis yang memperkirakan pelemahan harga emas saat ini adalah hal yang wajar dalam perdagangan pasar global.

Dikki menjelaskan, para analis menganggap ini menjadi peluang untuk membeli emas di saat harga rendah (murah) karena harga emas diprediksi masih berpotensi menguat ke level 1.900 dollar AS per troy ons, bahkan 2.000 dollar AS per troy ons di awal tahun depan.

"Momen window dressing adalah salah satu kesempatan untuk membeli emas di saat terjadi koreksi," kata dia.

Kendati demikian, Dikki menilai, para investor saat ini semestinya mewaspadai terjadinya aksi taking profit di perdagangan saham maupun mata uang, lantaran kedua instrumen tersebut sudah mengalami penguatan terus-menurus.

"Sebab perdagangan saham dan mata uang sudah mengalami penguatan semenjak pengumuman vaksin Covid-19," pungkas Dikki.

https://money.kompas.com/read/2020/11/30/142543726/momen-window-dressing-emas-bisa-jadi-pilihan-investasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.