Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kurangi Kemacetan di Yogyakarta, Kemenhub Hadirkan Layanan Teman Bus

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, kehadiran layanan Teman Bus di tengah pandemi covid-19 merupakan upaya mendorong sektor ekonomi dan pariwisata di Yogyakarta. Selain itu, diharapkan dengan adanya layanan ini bisa mengurangi tingkat kemacetan di Yogyakarta.

Kali ini Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan Trans Jogja yang menjadi operator untuk menjalankan skema pembelian layanan bersubsidi itu.

“Kami berterima kasih atas respon masyarakat Indonesia yang sangat bagus terhadap program ini, karena hingga saat ini Teman Bus telah mencapai lebih dari 1 juta perjalanan pelanggan dan kami juga telah menyiapkan 44 armada bus yang akan melayani perjalanan penumpang khusus di kota Yogyakarta,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/12/2020).

Budi pun optimis dengan hadirnya moda transportasi yang aman dan nyaman seperti Teman Bus ini, minat masyarakat naik transportasi umum akan meningkat.

“Kami optimistis dengan hadirnya moda transportasi yang aman dan nyaman seperti ini, diharapkan lebih banyak penumpang dari masyarakat yang beralih ke moda transportasi publik, yang saat ini masih gratis,” kata Budi.

Budi menargetkan program ini akan hadir di 10 kota, seperti Makassar, Banjarmasin, Bandung, Surabaya, dan Banyumas.

Dalam menjalankan program ini, Kemenhub menetapkan beberapa Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus dimiliki serta dilakukan operator agar layanan Teman Bus memiliki kualitas dan pelayanan yang prima.

Fasilitas Teman Bus dibekali oleh peralatan canggih IoT (Internet of Things) seperti CCTV, reader kartu non tunai, sensor penghitung jumlah penumpang, sensor alarm pada pengemudi untuk mendeteksi jika ada pelanggaran pada pengemudi seperti pengemudi mengantuk, merokok, tidak menggunakan seatbelt dan keluar jalur/ trayek yang kemudian sistem membunyikan alarm dan mengirim informasi ke Command Center secara real time.

Para pengemudi dan staff sudah dilakukan pelatihan khusus untuk wajib mengikuti peraturan dan pengecekan berkala terhadap bus, guna menjaga fasilitas dan pelayanan serta waktu headway (jarak antar bus) yang ditentukan yaitu 10 menit, sehingga penumpang tidak menunggu lama di halte dan berdesakan dalam Bus.

Adapun layanan Teman Bus di Yogyakarta beroperasi di tiga koridor. Koridor 1 Godean; Pusat Kuliner Belut Godean – Terminal Ngabean, Koridor 2 Ngaglik; Terminal Pakem – Terminal Condong Catur dan Koridor 3 Ngemplak; Pasar Pakem – Halte TJ Bandara Adi Sucipto.

Untuk tarifnya, saat ini diberikan gratis hingga 31 Desember 2020 kepada masyarakat yang naik layanan transportasi Teman Bus. Tidak hanya itu, Teman Bus dilengkapi juga dengan aplikasi mobile untuk memudahkan penumpang mendapatkan informasi rute, titik halte dan jadwal keberangkatan Bus.

Aplikasi Teman Bus saat ini sudah bisa diunduh di playstore dan appstore. Adapun cara naik Teman Bus sangat mudah yaitu cukup buka aplikasinya, tunggu di halte terdekat dari posisi penumpang yang tertera di aplikasi, siapkan kartu non tunai (Tap Cash BNI, flazz BCA, e-money MANDIRI dan brizzi BRI), naik bus, lalu tempelkan kartu non tunai pada perangkat reader.

https://money.kompas.com/read/2020/12/09/132246326/kurangi-kemacetan-di-yogyakarta-kemenhub-hadirkan-layanan-teman-bus

Terkini Lainnya

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Mengenal Mata Uang India dan Nilai Tukarnya ke Rupiah

Whats New
Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Cibitung-Cimanggis akan Dibuka sampai 17.00 WIB

Whats New
Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Harga Emas Antam Hari Sabtu Ini, Anjlok Rp 14.000 Per Gram

Whats New
Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Inggris Keluar dari Resesi, Ini yang Harus Dihadapi ke Depannya

Whats New
Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Kementan Bersama Dinas Pertanian Provinsi Banten Kembangkan Padi Biosalin untuk Wilayah Pesisir

Whats New
Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Program Pompanisasi dari Mentan Amran di Subang Tuai Respons Positif

Whats New
Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum 'Terlaris'

Khusus H+2 Lebaran, Kereta Api Jadi Moda Angkutan Umum "Terlaris"

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 13 April 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 13 April 2024

Spend Smart
Ada Promo Tiket Bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Simak Cara Mendapatkannya

Ada Promo Tiket Bioskop XXI, CGV, Cinepolis, Simak Cara Mendapatkannya

Whats New
[POPULER MONEY] 5 Keuntungan Investasi Emas buat Pemula Baru | Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

[POPULER MONEY] 5 Keuntungan Investasi Emas buat Pemula Baru | Miliarder Vietnam Dijatuhi Hukuman Mati dalam Kasus Penipuan

Whats New
Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk SMA hingga S1, Ini Persyaratannya

Lowongan Kerja Yamaha Indonesia untuk SMA hingga S1, Ini Persyaratannya

Whats New
Jelang Arus Balik, Jasa Marga Imbau Pemudik Optimalkan Tempat Istirahat

Jelang Arus Balik, Jasa Marga Imbau Pemudik Optimalkan Tempat Istirahat

Whats New
Pelintasan Kereta Api Tanggung Jawab Siapa? Simak Aturannya

Pelintasan Kereta Api Tanggung Jawab Siapa? Simak Aturannya

Whats New
6 Cara Mudah Cek Saldo e-mOney Mandiri lewat HP

6 Cara Mudah Cek Saldo e-mOney Mandiri lewat HP

Spend Smart
Arus Balik, Pelni Layani Angkutan Gratis Sepeda Motor Semarang-Jakarta

Arus Balik, Pelni Layani Angkutan Gratis Sepeda Motor Semarang-Jakarta

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke