Salin Artikel

Sosok 2 Konglomerat Terkaya Indonesia dari Jualan Rokok

JAKARTA, KOMPAS.com - Majalah Forbes belum lama ini merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia di periode tahun 2020. Di daftar teratas masih didominasi wajah-wajah lama.

Daftar miliader paling tajir ini berdasarkan komposisi kepemilikan saham dan informasi keuangan yang diperoleh dari keluarga dan perorangan, bursa saham, analis, dan sumber-sumber lainnya.

Jumlah kekayaan juga memperhitungkan kepemilikan saham yang dimiliki di berbagai perusahaan terafiliasi. Peringkat tersebut mencantumkan kekayaan individu dan keluarga, termasuk yang dibagi di antara kerabat.

Dari daftar 50 orang terkaya tersebut, ada dua nama pengusaha yang sumber kekayaannya berasal dari perusahaan rokok. Berikut daftarnya:

1. Hartono bersaudara

Pemilik perusahaan rokok Djarum, Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, kembali menduduki posisi orang paling tajir di Indonesia. Keduanya mempertahankan posisi paling pucak WNI paling kaya sejak beberapa tahun terakhir.

Selain bisnis rokok, kekayaan dua bersaudara ini ditopang oleh Bank BCA. Keuntungan lama serta kenaikan saham bank swasta terbesar di Indonesia ini mendorong kenaikan kekayaan mereka.

Selain itu, baik Djarum maupun BCA menjadi induk dari banyak anak perusahaan. Forbes mencatat, kekayaan bersih keduanya yakni sebesar 38,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 548,73 triliun (kurs Rp 14.140).

Di luar rokok dan perbankan, Grup Djarum lewat GDP Venture, kini juga berekspansi dalam modal ventura yang banyak berinvestasi pada sejumlah perusahaan startup besar.

Mengutip situs GDP Venture, beberapa perusahaan yang disuntik modal oleh GDP Venture antara lain Kaskus, Gojek, tiket.com, Blibli, hingga situs berita Kumparan.

2. Susilo Wonowidjojo

Nama Susilo Wonowidjojo atau Cao Daoping tak bisa dilepaskan dari raksasa rokok Gudang Garam. Perusahaan ini berbasis di Kediri Jawa Timur.

Gudang Garam didirikan oleh Surya Wonowidjojo pada 1958. Sebelum bisa sukses sebagai salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, Gudang Garam berawal dari sebuah industri rumahan.

Perusahaan ini kemudian terus tumbuh berkembang dan menjadi perusahaan rokok terbesar di Indonesia berdampingan dengan Djarum dan Sampoerna sebagai penguasa pasar rokok.

Gudang Garam ini saat ini sahamnya diperdagangkan secara publik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jaringan distribusi Gudang Garam sangat kuat di seluruh Indonesia.

Dikutip dari Bloomberg, Gudang Garam menguasai seperlima pasar tembakau di Indonesia.

Sebagai pemilik perusahaan rokok raksasa, kekayaan Susilo tidak tanggung-tanggung. Di tahun 2020, Forbes mencatat kekayaan bersih Susilo Wonowidjojo mencapai 5,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 75 triliun.

Ia menempati posisi keenam dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Selain rokok, keluarga Wonowidjojo juga memilik sejumlah usaha lainnya di sektor perkebunan sawit, properti dan infrastruktur.

Baru-baru ini, Gudang Garam juga tengah berekspansi di bisnis aviasi. Perusahaan ini tengah membangun bandara yang berlokasi di Kediri. 

https://money.kompas.com/read/2020/12/14/093700426/sosok-2-konglomerat-terkaya-indonesia-dari-jualan-rokok

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.