Salin Artikel

Proses Mediasi Gagal, Ace Hardware Lanjutkan Gugatan ke Wibowo & Partners

Gugatan tersebut didaftarkan ke Pengadilan Niaga di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Oktober 2020 lalu dengan nomor perkara 599/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst.

Kuasa Hukum Wibowo dan Partners, Fajar Ardianto mengatakan, tahap mediasi telah dilakukan kedua belah pihak selama periode 19 November-10 Desember 2020. Namun, tak mencapai kesepakatan.

Alhasil, proses perkara pun tetap dilanjutkan dengan jadwal sidang selanjutnya pada Kamis (17/12/2020) mendatang. Agenda sidang yakni pembacaan gugatan yang dilayangkan oleh pihak Ace Hardware.

"Proses persidangan pokok perkara akan dilanjutkan kembali karena mediasi di antara para pihak tidak tercapai," ujar Fajar kepada Kompas.com, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, gugatan perusahaan ritel peralatan rumah tangga tersebut kepada Wibowo & Partners masih berkaitan dengan kerjasama kedua pihak yang berupa pelayanan hukum atau legal service agreement.

Kendati demikian, Fajar enggan menjelaskan lebih rinci permasalahannya. Ia hanya menekankan untuk mengikuti proses persidangan kedepannya.

"Masih terkait dengan legal service agreement juga. Nanti detailnya mungkin bisa dilihat setelah sidang mendatang," kata dia.

Mengutip Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Pusat, dalam petitumnya, Ace Hardware mengajukan beberapa permohonan. Di antaranya, mengabulkan gugatan Ace Hardware untuk seluruhnya terhadap tergugat.

Meminta majelis hakim untuk menyatakan sah sebagai hukum verklaar voor rechts, bahwa Wibowo & Partners telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Selain itu, meminta menyatakan perjanjian legal service agreement yang tertanggal 1 Oktober 2015 melawan hukum. Sehingga baik perjanjian tersebut maupun akibat-akibatnya batal demi hukum null and void, atau setidak-tidaknya tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat nieteg.

Serta meminta menyatakan hak tagih Wibowo & Partners terhadap Ace Hardware, atau kewajiban pembayaran Ace Hardware terhadap Wibowo & Partners telah berakhir sejak Maret 2020.

Sebelumnya, Wibowo & Partners telah lebih dahulu menggugat Ace Hardware dengan pengajuan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Gugatan di daftarkan pada 6 Oktober 2020 dengan nomor perkara 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Alasan gugatan yakni terkait adanya tagihan yang sudah jatuh tempo Ace Hardware kepada kantor advokat Wibowo & Partners. Tagihan itu berasal dari kerja sama legal service agreement dengan nilai perjanjian jasa hukum bulanan sebesar Rp 10 juta.

Namun, permohonan PKPU tersebut pada akhirnya dicabut oleh pihak Wibowo & Partners pada 26 Oktober 2020 lalu. Menurut Fajar, gugatan diicabut lantaran pihak Ace Hardware telah merespons perkara tersebut dengan memenuhi kewajiban tagihan.

"PKPU dicabut karena sebelum sidang pertama PKPU, pihak Ace Hardware telah melaksanakan kewajiban pembayarannya kepada Wibowo & Partners," jelas dia.

https://money.kompas.com/read/2020/12/15/164500326/proses-mediasi-gagal-ace-hardware-lanjutkan-gugatan-ke-wibowo-partners

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gandeng Prism Energy, PGN Subholding Gas Pertamina Masuki Pasar LNG Internasional

Gandeng Prism Energy, PGN Subholding Gas Pertamina Masuki Pasar LNG Internasional

Whats New
Mirza Adityaswara Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Mirza Adityaswara Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Whats New
2023 Bebas Tenaga Honorer, Tjahjo: Alternatifnya Ikut Tes CPNS dan PPPK

2023 Bebas Tenaga Honorer, Tjahjo: Alternatifnya Ikut Tes CPNS dan PPPK

Whats New
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM Rupiah

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM Rupiah

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

Whats New
Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

BrandzView
Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Whats New
Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Whats New
Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Whats New
Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Whats New
Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Whats New
PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Whats New
5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

Smartpreneur
Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Whats New
Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.