Salin Artikel

Pandemi Pengaruhi Kelompok Rentan, TNP2K Sebut Kartu Prakerja Jadi Solusi Paling Relevan

KOMPAS.com – Kepala Kelompok Kerja Kebijakan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Elan Satriawan mengatakan, Kartu Prakerja menjadi solusi paling relevan untuk menolong masyarakat kelompok rentan di era Pandemi Covid-19.

Pasalnya, selain pelatihan, anggaran Kartu Prakerja banyak dialokasikan dalam bentuk bantuan tunai untuk membantu masyarakat kelompok rentan yang membutuhkan.

“Dalam situasi krisis seperti ini, instrumen yang penting dan efektif untuk memulihkan ekonomi adalah yang sifatnya meningkatkan daya beli,” papar Elan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/12/2020).

Untuk jangka pendek, kata Elan, Kartu Prakerja telah memberikan proteksi terhadap anjloknya daya beli masyarakat. Terlebih di waktu ekonomi sulit seperti ini, ketika kebanyakan masyarakat tidak memiliki jaminan cepat memperoleh pekerjaan.

“Adapun untuk jangka menengah, program ini membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk meningkatkan keterampilan dengan mengikuti berbagai jenis pelatihan,” jelasnya.

Untuk jenis pelatihan yang ditawarkan, lanjut Elan, peserta dapat memilih sendiri sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat masing-masing.

Menurutnya, adanya program pelatihan Kartu Prakerja ini sangat membantu masyarakat meningkatkan kompetensi dan kemampuan mereka melalui berbagai pelatihan yang tersedia.

Harapannya, dengan adanya pelatihan yang diberikan, para penerima manfaat semakin berpeluang terserap di bursa kerja dan mendapat pekerjaan lebih baik setelah merampungkan pelatihannya.

“Namun, ini semua tetap tergantung juga pada sisi permintaan. Kalau ekonomi pulih, pertumbuhan ekonomi positif lagi, maka para penerima manfaat Kartu Prakerja tentu bisa berpeluang bekerja dengan pendapatan yang lebih baik," ujar Elan.

Lebih lanjut, Elan menerangkan, adanya rencana jangka pendek dan jangka panjang Kartu Prakerja menjadi bukti keseriusan pemerintah untuk membantu masyarakat di masa ekonomi sulit.

Selain itu, kata Elan, adanya program pelatihan Kartu Prakerja ini dinilai efektif membantu kelompok rentan selama masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 88,9 persen penerima Kartu Prakerja yang telah menyelesaikan pelatihan merasa bahwa keterampilan kerja mereka meningkat.

“Hampir 90 persen penerima manfaat melaporkan bahwa keterampilannya meningkat dan 46 persen melaporkan telah mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Meredam kemiskinan

Selain membantu masyarakat dengan pelatihan dan bantuan tunai, Elan mengatakan, Kartu Prakerja dianggap sukses meredam laju kemiskinan.

Menurut data yang dipaparkan Elan, tingkat kemiskinan berada di angka 9,69 persen, naik di dibandingkan tahun lalu yakni 9,22 persen.

Meski begitu, angka 9,69 persen masih lebih rendah dari perkiraan angka kemiskinan 10,96 persen akibat perlambatan ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“Selama 9 bulan berjalan, program Kartu Prakerja menjadi consumption support. Dengan adanya porsi bantuan tunai dalam program Kartu Prakerja, daya beli masyarakat mampu bertahan,” kata Elan.

Menurut Elan, dalam situasi pandemi, tidak tepat bila mengukur keberhasilan program Kartu Prakerja melalui indikator para penerima manfaat terserap pasar kerja atau tidak.

Selain itu, Elan melanjutkan, tidak bijak pula mengukur keberhasilan program ini hanya berdasarkan pengaruhnya terhadap jumlah pengangguran yang ada.

“Program Kartu Prakerja lebih menyangkut penguatan pada sisi calon pekerja lewat peningkatan kapasitas. Sedangkan jumlah pengangguran saat ini disebabkan oleh kontraksi ekonomi,” imbuhnya.

Prakerja banyak diminati masyarakat

Sementara itu, TNP2K menilai, Kartu Prakerja yang merupakan penggabungan program pelatihan tenaga kerja dengan bantuan sosial merupakan program pertama di Indonesia dengan tingkat antusiasme paling tinggi.

Berbeda dengan program bantuan sosial lainnya yang penerima manfaatnya ditentukan pemerintah, Kartu Prakerja bersifat inklusif dan terbuka untuk siapa pun.

Menurut Elan, dalam situasi sulit seperti sekarang ini, masih banyak masyarakat membutuhkan yang tidak terjamah radar bantuan pemerintah.

Padahal, tak sedikit pekerja yang menjadi pengangguran dan berkurang penghasilannya selama pandemi COVID-19.

“Kelompok tersebut jelas belum tercatat dalam data penerima manfaat bantuan sosial pemerintah, sementara pemutakhiran data kelompok masyarakat tidak mampu itu membutuhkan waktu yang tak sebentar,” lanjutnya.

Elan menjelaskan, lewat mekanisme pendaftaran program Kartu Prakerja yang inklusif, kelompok rentan bisa mendapat peluang untuk memperoleh bantuan sosial sekaligus pelatihan keterampilan.

Bak gayung bersambut, program Kartu Prakerja ini pun diterima secara hangat oleh masyarakat Indonesia. Banyak masyarakat membutuhkan yang antusias menerima paket bantuan ini.

Dalam kurun 9 bulan, kata Elan, Program Prakerja berhasil menarik 43 juta orang pendaftar dan distribusinya sampai ke seluruh provinsi, termasuk Kabupaten Pegunungan Bintang di Papua.

"Dalam kondisi biasa mungkin ada yang tak masalah ketika tidak kebagian bantuan, namun saat pandemi ini tak sedikit yang kesejahteraannya jatuh akibat PHK atau penghasilan yang anjlok. Program Kartu Prakerja terbukti menjadi terobosan dalam situasi pandemi,” ujarnya.

https://money.kompas.com/read/2020/12/20/123716926/pandemi-pengaruhi-kelompok-rentan-tnp2k-sebut-kartu-prakerja-jadi-solusi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.