Salin Artikel

Di Tengah Pandemi, Penjualan Pohon Natal secara Online Masih Ramai

Awalnya, Ching dihadiahi pohon natal oleh seorang teman yang memiliki pabrik pengolahan plastik yang memproduksi pohon Natal premium.

Kepada Kompas.com, Jumat (25/12/2020), Ching mengaku berawal dari hadiah pohon Natal tersebut, Ching mulai melirik peruntungan bisnis perlengkapan ibadah dan pohon Natal. Awalnya ia menjual produknya melalui Tokopedia.

“Kami mulai membuka toko online di Tokopedia dan menjual perlengkapan ibadah dan menjual pohon Natal di akhir tahun. Iseng-iseng saya menawarkan pohon Natal secara online, saat itu belum terlalu familiar belanja online, dan baru ada 1 toko online (pohon Natal) di Instagram tapi kualitas pohon Natal di bawah kami,” kata Ching.

Saat pandemi Covid-19, Ching mengaku penjualan online untuk perlengkapan ibadah, khususnya hosti dan anggur untuk perjamuan naik drastis hampir dua kali lipat. Menurut dia, ini terjadi karena toko-toko konvensional mulai tutup.

Di sisi lain, meskipun pemerintah menerapkan aturan pembatasan sosial, pohon Natal sebagai icon yang tidak terpisahkan dari perayaan umat Kristiani tidak sepi peminat. Sayangnya, tingginya permintaan tidak diimbangi dengan supply dari pabrik pembuatan pohon Natal.

“Permintaan untuk pohon natal naik drastis dua kali lipat, sebab perayaan Natal tahun ini di rumah saja. Tapi, pabrik tidak bisa mengimbangi permintaan yang tinggi dan kemampuan pabrik di masa pandemi malah menurun,” kata Ching.

Menurut Ching, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), membuat pabrik pohon natal tutup 3 hingga 4 bulan, dan berkali-kali kehabisan bahan baku. Hal ini menyebabkan kurangnya supply pohon Natal untuk dijual.

Adapun pohon yang banyak dijadikan pilihan adalah pohon dengan ukuran agak besar, yakni sekitar 150 – 210 centimeter. Ching bilang, ukuran pohon yang besar sangat digemari karena bisa dijadikan latar untuk berfoto.

“Saat ini banyak orang aktif di medsos, mereka suka upload suasana Natal di rumah mereka saat berkumpul dengan keluarga dan teman, berikut pohon Natalnya. Jadi mereka memilih pohon yang agak besar sekitar 150 – 210 cm,” ungkap wanita yang berdomisili di Jakarta Barat ini.

Di sisi lain, omzet yang ia peroleh saat pandemi Covid-19 juga tidak pasti. Namun untuk mencukupi permintaan, ia menyediakan banyak pilihan varian dengan ukuran dan harga yang tentunya juga berbeda-beda.

“Omzetnya tidak tentu juga, jutaan lah. Karena selera dan bujet orang berbeda, kami memiliki 8 varian pohon natal, masing-masing dari ukuran 2 ft (60 centimeter) sampai 12 ft (3,6 meter) dengan harga mulai kurang dari Rp 200.000 sampai belasan juta rupiah,” ungkap dia.

https://money.kompas.com/read/2020/12/25/162838326/di-tengah-pandemi-penjualan-pohon-natal-secara-online-masih-ramai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Whats New
Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Whats New
LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.