Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konglomerat Hong Kong Jimmy Lai Dijebloskan ke Penjara

KOMPAS.com - Pengadilan menjebloskan taipan Hong Kong Jimmy Lai ke penjara setelah hakim pengadilan tertinggi mengeluarkan putusan penahanannya dalam kasus ancaman keamanan negara. 

Pria berusia 73 tahun ini sebelumnya sudah menghabiskan beberapa hari sebagai tahanan rumah setelah mendapatkan jaminan, namun jaksa kemudian melakukan banding agar Jimmy Lai ditahan di sel penjara.

Dilansir dari BBC, Minggu (3/1/2021), hakim di pengadilan tertinggi menyebut kalau status Jimmy Lai sebagai tahanan rumah dalam putusan pengadilan sebelumnya tidak berdasar.

"Kami menganggap bahwa dalam kasus ini dapat diperdebatkan secara masuk akal, bahwa jaminan penahanan  yang dikeluarkan hakim (sebelumnya) bisa saja merupakan keputusan yang keliru," kata hakim pengadilan tertinggi yang menganulir putusan sebelumnya.

Jimmy Lai selama ini dikenal sebagai pengusaha yang sangat kritis terhadap pemerintah Beijing. Lewat perusahaan media miliknya, ia menjadi salah satu pengusaha yang paling vokal mengkritik demokrasi versi pemerintah China. 

Hakim yang memenjarakan Jimmy Lai berpendapat bahwa terdakwa yang terkait kasus pelanggaran keamanan negara tidak berhak atas status tahanan rumah dengan jaminan, kecuali hakim memiliki alasan yang cukup kuat bahwa terdakwa tidak akan melakukan hal yang membahayakan keamanan negara.

Jimmy Lai pertama kali ditahan pada 2 Desember 2020 lalu atas kasus berbeda yakni terkait penipuan sewa gedung. Namun ia tak sempat dipenjara karena pengadilan memutuskan untuk memberikan status tahanan rumah sebelum kemudian jaksa melakukan banding.

Selain dikenal sebagai konglomerat, ia adalah salah satu tokoh pendukung gerakan pro-demokrasi yang paling berpengaruh di Hong Kong.

Kekayaannya diperkirakan mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS dan menjadikannya sebagai salah satu orang terkaya di Hong Kong. Ia adalah seorang pengusaha tekstil sebelum kemudian merambah bisnis media dengan mendirikan Next Digital.

Next Digital adalah perusahaan yang menerbitkan Apple Daily, tabloid yang cukup terkemuka di Hong Kong dan seringkali melontarkan kritik kepada Beijing.

Di Hong Kong, ia adalah pahlawan bagi banyak pendukung pro-demokrasi. Sementara di China Daratan, ia dicap sebagai penghianat karena dinilai mengancam keamanan negara.

"Jika mereka (Beijing) membuatmu merasa takut, itulah cara termudah untuk mengandalikan Anda. Salah satu cara mengalahkan intimidasi adalah dengan menghadapinya dan jangan biarkan hal itu membuat Anda takut," kata Jimmy Lai yang diwawancara BBC sebelum penahanannya beberapa waktu lalu.

https://money.kompas.com/read/2021/01/03/192249326/konglomerat-hong-kong-jimmy-lai-dijebloskan-ke-penjara

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+