Salin Artikel

Sektor Tambang Makin Kinclong, Saham Andalan Kaesang Melesat 7,3 Persen

Sektor mining berhasil mencatat kenaikan 1 persen, namun lebih rendah daripada sektor aneka industri yang menguat 1,2 persen.

Melansir RTI, beberapa emiten perusahaan tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Timah Tbk (TINS) mencatat kenaikan harga saham sore ini.

Sebagai saham andalan putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) Kaesang Pangarep, saham ANTM meroket 7,3 persen di level Rp 2.930 per lembar saham.

Bulan lalu, dalam cuitan di Twitter Kaesang meramal ANTM berpeluang tembus ke level 4.000 per saham.

Sore ini ANTM mencatatkan total transaksi sebesar Rp 4,01 triliun dengan volume 1,4 miliar saham. Asing catatkan aksi beli bersih aaham ANTM Rp 196,6 miliar di seluruh pasar.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji mengatakan, penguatan saham ANTM sore ini terjadi pasca-ANTM masuk dalam indeks MSCI Global Standard, yang sebelumnya posisi tersebut milik PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).

"Mengenai ANTM, para pelaku pasar mengapresiasi masuknya ANTM dalam list MSCI Global Standard Indexes. Di sisi lain, para pelaku pasar optimis bahwa tren harga komoditas emas pada tahun ini masih cenderung positif," kata Nafan kepasa Kompas.com.

Kenaikan harga saham ANTM juga tidak lepas dari transaksi pembelian 400.000 lembar saham oleh Komisaris Utama ANTM, Arif Baharudin.

Dalam keterbukaan informasi di BEI, Arif membeli saham ANTM pada level Rp 2.500 per lembar saham.

Analis Central Capital Futures Wahyu Laksono mengatakan, sektor tambang seperti ANTM, TINS dan VALE sejak pertengahan tahun 2020 sudah mulai menguat terdorong kenaikan harga komoditas seperti emas, peek dan nikel.

Saham INCO sore ini ditutup menguat 1,26 persen di level 6.025 per saham, dan TINS menguat 1,4 persen di level Rp 2.100 per saham.

"Sejak pertengahan 2020, memang sudah menguat didukung sentimen komoditas terutama emas perak, timah nikel yang memang rebound signifikan," kata Wahyu.

Di sisi lain, dengan adanya wacana Tesla berinvestasi di Indonesia atau wacana kerjasama dari negara lainnya juga menjadi sentimen positif sejak 2020.

"Pandemi tidak menjadi hambatan, justru malah sebaliknya makin mendorong harga. Jadi wajar mereka masih akan bagus tahun ini," jelas dia.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan tujuan bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2021/02/10/171500326/sektor-tambang-makin-kinclong-saham-andalan-kaesang-melesat-7-3-persen

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Mengintip Gaji Kabareskrim Komjen Agus Andrianto

Whats New
Utang Pemerintah Tembus Rp 7.496 Triliun, Kemenkeu Bilang Masih Aman

Utang Pemerintah Tembus Rp 7.496 Triliun, Kemenkeu Bilang Masih Aman

Whats New
Bagaimana Peran Industri Telekomunikasi Mendukung Potensi Startup di Indonesia?

Bagaimana Peran Industri Telekomunikasi Mendukung Potensi Startup di Indonesia?

Whats New
Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Biaya Rp 2.500, Simak Cara Transfer Antarbank via BI Fast di BRImo

Spend Smart
Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Jasindo Salurkan Pendanaan Senilai Rp 900 Juta untuk Kelompok Tani Ternak di Tulungagung

Whats New
Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Upaya Subholding Gas Pertamina Tingkatkan Penggunaan dan Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi

Whats New
Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Bakal Ditinjau Jokowi, Pekerjaan Kavling Kawasan Inti IKN Nusantara Dimulai Januari 2023

Whats New
Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema 'Kelana Masa Depan'

Kompasianival Hadir Kembali Secara Offline, Angkat Tema "Kelana Masa Depan"

Rilis
Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Pelaku Industri Properti Optimistis Bisnis Tetap Tumbuh Positif Tahun Depan

Whats New
Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Tak Setuju Kenaikan Cukai Rokok 10 Persen, Petani Tembakau Usul 5 Persen

Whats New
Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Telefast, Volta, dan MCAS Group Kerja Sama Kembangkan Bisnis Kendaraan Listrik

Whats New
Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Ada Tren Kenaikan Suku Bunga BI, Ini Dampaknya ke Bunga Simpanan Bank

Whats New
Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Yakin Produksi Beras Dalam Negeri Cukup, Mentan: Cek Saja Data BPS

Whats New
Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Survei Grab: Mie Instan dan Nasi Goreng adalah Menu yang Paling Banyak Dipesan di GrabMart dan GrabFood

Whats New
Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Menteri Teten Resmi Pecat PNS Kemenkop UKM Pelaku Kekerasan Seksual

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.