Salin Artikel

Gandeng Ovo dan Bareksa, Unika Atmajaya Luncurkan Kurikulum Fintech

Peluncuran Fintech Academy ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya A. Prasetyantoko dengan Presiden Direktur OVO yang juga Co-Founder dan CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra.

Rektor Unika Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko mengatakan, peluncuran mata kuliah tambahan ini merupakan inisiatif mendekatkan kampus dengan dunia usaha. Dengan kerja sama, Unika Atma Jaya berharap mampu menciptakan talenta digital yang saat ini masih minim di Indonesia.

"Ini adalah salah satu langkah konkret. Kami sepakat membuat kuliah bersama tentang fintech, yang pengajarnya dari akademika dan para praktisi di industri," kata Prasetyantoko dalam peluncuran Fintech Academy secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Kuliah perdana Fintech Academy sendiri akan dilaksanakan pada awal Maret 2021 dengan tema Perkembangan Industri Fintech Indonesia dan Global yang akan ditayangkan melalui Youtube Universitas Katolik Atma Jaya.

Mata kuliah tambahan ini bisa diikuti oleh seluruh mahasiswa, tak terikat pada fakultas tertentu. Masyarakat maupun praktisi di luar kampus pun diperbolehkan mengikuti.

"Inisiatif akan terus berkembang ke depan, dan berharap jadi satu gerakan yang luas sehingga perguruan tinggi semakin hari semakin bisa mengejar menyiapkan talenta-talenta yang siap terjun membangun bangsa," sebut Prasetyantoko.

Presiden Direktur OVO dan Co-founder/CEO Bareksa, Karaniya Dharmasaputra menambahkan, inisiatif ini merupakan realisasi dari pembicaraan sejak setahun yang lalu.

Seiring berkembangnya fintech, industri merasa perlu ikut andil membangun talenta digital yang dibutuhkan dalam pengembangan fintech.

"Dalam kaitan itulah, kita lihat bahwa ada sebuah problem klasik antara industri dengan akademi, yang sudah disadari sejak lama, yang belum berhasil kita tutup gate-nya. Kebutuhan akan adanya talenta digital yang siap kerja rupanya jadi PR kita bersama," sebut dia.

Riset McKinsey menyatakan, teknologi digital terutama Artificial Intelligence (AI) dan fintech di dalamnya, berpotensi meningkatkan PDB nasional hingga 12-18 persen dengan nilai mencapai 366 miliar dollar AS dalam 10 tahun ke depan.

Untuk mencapai potensi yang sangat besar ini, kebutuhan kompetensi di bidang ekonomi digital, terutama fintech, akan sangat dibutuhkan masyarakat dan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

"Harapan kami program Fintech Academy dapat menjadi bagian program kampus merdeka untuk membangun talenta sumber manusia unggul untuk Indonesia maju, Indonesia jaya,” pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2021/02/16/131100326/gandeng-ovo-dan-bareksa-unika-atmajaya-luncurkan-kurikulum-fintech

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Rilis
Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Whats New
Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Whats New
BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

Whats New
Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Earn Smart
Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Whats New
Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Whats New
Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Rilis
Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Whats New
Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Whats New
 Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Spend Smart
Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Whats New
Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

Whats New
Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.