Salin Artikel

Indonesia Bidik Ekspor Kopi hingga Kakao ke Inggris

Kemendag pun menyelenggarakan pertemuan bisnis secara virtual dengan diikuti sekitar 300 peserta yang merupakan para pelaku usaha, asosiasi, dan dinas terkait pada Kamis (18/2/2021). Tujuannya membuka peluang para pelaku usaha Indonesia untuk mengeskpor ketiga produk itu ke Inggris.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan mengatakan, produk kopi, teh, dan kakao memiliki potensi ekspor yang besar, mengingat tren konsumsi ketiganya tetap menunjukkan peningkatan di masa pandemi.

"Di tengah kondisi pasca-Brexit dan pandemi Covid-19 ini, para pelaku usaha produk kopi, teh, dan kakao Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan peluang ekspor ke Inggris," ujar Kasan dalam keterangan tertulis, Senin (22/2/2021).

Meski demikian, peluang itu dibarengi tantangan yang perlu dihadapi pelaku usaha di Indonesia untuk bisa mengekspor produknya.

Kasan bilang, selain hambatan tarif, beberapa hambatan nontarif yang juga perlu diperhatikan yakni isu berkelanjutan (sustainability), lingkungan, serta story telling atau filosofi dari produk yang dipasarkan.

Terkait produk kopi, adanya permintaan sertifikasi perdagangan yang adil (fair trade), berkelanjutan, sistem ketelusuran (traceability), dan organik kerap menjadi hambatan.

Pada teh hambatannya adalah kandungan kadar antraquinone daun teh melampaui ambang batas 0,02 miligram per kilogram. Sementara hambatan untuk kakao Indonesia adalah kandungan kadar C admium masih melampaui ambang batas 0,5 ppm.

“Tantangan secara umum untuk ketiga produk itu, diantaranya belum maksimalnya inovasi serta ketatnya persyaratan keamanan pangan (food safety), kontaminan makanan (food contaminants), serta pelabelan dan pengemasan (labeling and packaging),” jelas Kasan.


Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris merangkap Irlandia, Desra Percaya menambahkan, Brexit menjadi salah satu tantangan selain pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Kendati demikian, tantangan itu perlu dipandang sebagai peluang bagi Indonesia.

"Setiap transisi serta perubahan harus di kawal secara dekat, di kelola dan di manfaatkan bagi kepentingan nasional," ujar dia.

Ia mengatakan, Inggris saat ini berencana menerapkan aturan due diligence untuk tujuh komoditas kunci yakni kedelai, minyak kelapa sawit, kayu, pulp dan kertas, daging dan kulit sapi, karet, serta kakao. Tujuannya guna memastikan rantai pasokan komoditas tersebut tidak berkontribusi pada deforestasi.

Oleh sebab itu, kata Desra, diperlukan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mendorong ekspor komoditas asal Indonesia agar tak terhambat aturan due diligence tersebut.

"Sinergi pemerintah dan pelaku usaha sangat penting untuk bekerja sama agar ekspor komoditas unggulan Indonesia, seperti kopi dan kakao, tidak terhambat aturan due diligence maupun hambatan nontarif lainnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, sepanjang 2020 total perdagangan Indonesia-Inggris mencapai 2,23 miliar dollar AS. Pada periode itu, ekspor Indonesia ke Inggris tercatat sebesar 1,28 miliar dollar AS, sedangkan impor dari Inggris sebesar 956,39 juta dollar AS.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia terhadap Inggris surplus sebesar 327 juta dollar AS pada tahun lalu.

Adapun komoditas ekspor utama Indonesia ke Inggris diantaranya produk sepatu, produk kayu, tekstil dan produk tekstil, minyak sawit, kopi, sepeda, serta ban dan kertas.

Sedangkan, produk impor dari Inggris antara lain obat, ferrous scrap, bagian-bagian mesin, bagian elektronik untuk telepon, otomotif, dan mesin pengolah data.

https://money.kompas.com/read/2021/02/22/112150726/indonesia-bidik-ekspor-kopi-hingga-kakao-ke-inggris

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.