Salin Artikel

Penjualan Batu Bara Merosot, Pendapatan Adaro Pada 2020 Turun 27 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adaro Energy Tbk mencatatkan penurunan pendapatan pada 2020 dibanding tahun sebelumnya.

Ini disebabkan penurunan harga rata-rata dan volume penjualan batu bara perusahaan.

Sepanjang tahun lalu, emiten tambang dengan kode saham ADRO itu membukukan pendapatan sebesar 2,53 miliar dollar AS. 

Perolehan itu menurun 27 persen secara tahunan, atau year on year (yoy).

Manajemen Adaro menyatakan, penurunan tersebut selaras dengan merosotnya harga jual rata-rata (ASP) sebesar 18 persen dan penurunan 9 persen pada volume penjualan.

“Adaro Energy mencatat penurunan 6 persen pada volume produksi menjadi 54,53 juta ton, atau sedikit lebih tinggi daripada panduan tahun 2020 yang telah direvisi menjadi 52-54 juta ton,” tulis manajemen Adaro, dikutip Jumat (5/3/2021).

Pandemi Covid-19 diakui memberikan dampak signifikan terhadap operasional perusahaan. 

Adaro Energy pun berhasil menekan beban usaha perusahaan, menjadi 165 juta dollar AS pada 2020, turun 29 persen dari tahun sebelumnya.

Secara detail penurunan 45 persen terjadi pada beban penjualan dan pemasaran dan penurunan 44 persen pada biaya profesional.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak mampu menahan penurunan laba bersih Adaro.

Tercatat, pada tahun lalu, Adaro membukukan laba bersih sebesar 146,92 juta dollar AS, anjlok 63,64 persen dari tahun 2019 sebesar 404,19 juta dollar AS.

Walaupun laba bersih perusahaan tergerus, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Garibaldi Thohir mengatakan, pihaknya masih mampu melampaui target dari pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, serta amortisasi atau EBITDA.

Tercatat EBITDA operasional Adaro pada tahun lalu sebesar 883 juta dollar AS, atau lebih tinggi daripada panduan EBITDA operasionalnya yang telah direvisi menjadi 800 juta dollar AS.

“Walaupun harus menghadapi banyak tantangan, dari pandemi global sampai cuaca yang tidak mendukung, kami mampu memenuhi panduan produksi batu bara dan EBITDA operasional yang telah direvisi,” tutur Garibaldi.

https://money.kompas.com/read/2021/03/05/061100426/penjualan-batu-bara-merosot-pendapatan-adaro-pada-2020-turun-27-persen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.