Salin Artikel

Pemerintah Diminta Batalkan Pemangkasan Diskon Tarif Listrik, Ini Alasannya

Namun, momentum pengurangan besaran stimulus tersebut dinilai belum tepat. Sebab sampai saat ini berbagai indikator menunjukan, perekonomian nasional masih belum membaik.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, sejumlah indikator menunjukan, sisi permintaan ekonomi nasional pertumbuhannya masih cenderung lambat.

Salah satu indikator yang disoroti oleh Bhima ialah, realisasi inflasi inti pada Februari 2021 yang berada di level 0,11 persen atau lebih rendah dibandingkan tahun lalu yakni 0,14 persen.

“Inflasi inti rendah menggambarkan sisi agregat permintaan pembentukan harga barang masih dalam level yang terkontraksi,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (10/3/2021).

Kemudian, Bhima juga menilai kondisi keuangan sebagian masyarakat kelas menengah ke bawah masih belum membaik. Ini terefleksikan dengan penurunan nilai tukar petani sektor tanaman pangan pada Februari.

“Di mana masyarakat kelas menengah bawah atau rentan miskin ada di kelompok ini,” katanya.

Dengan melihat indikator-indikator tersebut, Bhima menilai, pemerintah perlu membatalkan keputusan pemangkasan diskon tarif listrik.

“Terburu-buru menurunkan diskon tarif listrik akan memukul daya beli kelompok bawah sehingga bisa berdampak pada kenaikan angka kemiskinan,” tuturnya.

Senada dengan Bhima, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, perekonomian Indonesia belum tumbuh secara cepat.

Ia menyadari, perpanjangan stimulus yang telah dilaksanakan sejak April tahun lalu akan membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Namun dengan melihat kondisi saat ini, pemerintah disebut perlu untuk mempertahankan kebijakan stimulus diskon tarif listrik dengan besaran yang sama seperti periode-periode sebelumnya.

“Menurut saya stimulus harus tetap diberikan kepada masyarakat agar beban mereka bisa tetap berkurang,” katanya.


Sebagai informasi, pemerintah berencana menurunkan bedaran diskon tarif listrik, dengan melihat perekonomian nasional mulai berada dalam tren pemulihan.

Oleh karenanya, pada pelaksanaan stimulus April hingga Juni mendatang, besaran diskon tarif listrik dipangkas masing-masing sebesar 50 persen.

Dengan demikian, diskon tarif listrik untuk pelanggan golongan 450 VA yang sebelumnya sebesar 100 persen, kini hanya menjadi 50 persen. Sementara itu, bagi pelanggan golongan 900 VA, yang semula mendapat diskon 50 persen, kini hanya menjadi 25 persen.

“Perekonomian mulai tumbuh, jadi ini bisa kita longgarkan dulu beban APBN," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana.

https://money.kompas.com/read/2021/03/10/180700426/pemerintah-diminta-batalkan-pemangkasan-diskon-tarif-listrik-ini-alasannya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.