Salin Artikel

MoU Impor Beras Thailand Mau Diteken, Bulog Pilih Fokus Serap Hasil Petani RI

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memutuskan membuka keran impor beras sebanyak 1 juta ton di tahun 2021.

Penugasan impor ini akan dilaksanakan oleh Perum Bulog.

Pemerintah sendiri tak mengungkapkan lebih detil terkait rencana tersebut, termasuk soal dari negara mana beras impor itu akan didatangkan.

Kendati demikian, diketahui bahwa pemerintah Indonesia dan pemerintah Thailand bakal meneken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) impor beras 1 juta ton pada akhir Maret 2021 ini.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaluddin Iqbal mengatakan, kebijakan importasi beras merupakan ranah pemerintah.

Pihaknya bukanlah regulator melainkan operator yang melaksanakan penugasan dari pemerintah.

Ia pun memastikan, Bulog saat ini sedang berfokus pada penyerapan beras dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Tapi saat ini kami sedang konsentrasi untuk penyerapan dalam negeri. Biarlah soal impor itu di pemerintah saja," ujar Awaluddin kepada Kompas.com, Jumat (19/3/2021).

Menurut Awaluddin, karena kebijakan impor ada pada pemerintah maka tentu yang mengetahui detil perjanjian dengan Thailand adalah kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Dia menegaskan, sebagai pelaksana penugasan, ada banyak hal yang dikerjakan oleh Bulog untuk menjaga pasokan dan kestabilan harga pangan.

Seperti saat ini, melakukan penyerapan beras dari petani lokal.

"Jadi karena sekarang ini kami sedang fokus untuk penyerapan dalam negeri, yasudah kami fokus ke sana dulu," kata dia.

Sebelumnya, mengutip pemberitaan Bangkok Post pada Kamis (18/3/2021), Menteri Perdagangan Thailand Jurin Laksanawisit mengungkapkan, perjanjian yang akan diteken kedua negara merupakan kesepakatan antar-pemerintah (G2G).

Isi perjanjiannya adalah terkait pasokan beras asal Thailand ke Indonesia, mencakup tidak lebih dari 1 juta ton beras putih dengan kadar retak 15-25 persen (beras medium).

Perjanjian ini berlaku untuk pasokan impor 1 juta ton beras dalam setahun dengan durasi empat tahun.

Namun demikian, impor beras dari Thailand yang dilakukan Indonesia juga dilakukan dengan syarat tertentu, yakni tergantung produksi beras kedua negara tersebut dan harga beras dunia.

https://money.kompas.com/read/2021/03/19/132713226/mou-impor-beras-thailand-mau-diteken-bulog-pilih-fokus-serap-hasil-petani-ri

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.