Salin Artikel

Kemenperin: Ada Gap 2,5 Juta Tenaga Kerja Industri pada 2024

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian berupaya mengatasi gap tersebut melalui program pendidikan dan pelatihan disertai dibukanya Diklat 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI).

"Apa yang kita semua lakukan sekarang dari BPSDMI (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri) merupakan jawaban terhadap challenge yang kita hadapi," katanya melalui tayangan virtual Kemenperin, Rabu (24/3/2021).

Ia berharap, dengan tersedianya tenaga kerja industri yang kompeten, utilitas industri kembali meningkat.

Selain itu, pelatihan vokasi dan pendidikan yang dihelat oleh Kemenperin juga melibatkan penyandang disabilitas.

"Hal ini menunjukkan negara selalu hadir untuk seluruh masyarakatnya. Kami di Kementerian Perindustrian selalu mendorong lingkungan yang ramah bagi penyandang disabilitas," ujar Menperin.

Lebih lanjut kata dia, era revolusi industri 4.0 yang saat ini berjalan menuntut SDM untuk cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital.

"Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini," tutur dia.

https://money.kompas.com/read/2021/03/24/142747426/kemenperin-ada-gap-25-juta-tenaga-kerja-industri-pada-2024

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.