Salin Artikel

[POPULER DI KOMPASIANA] Royalti Memutar Lagu | Kena Ghosting Rekruter | Patah Hati dan Lagu "Hey Jude"

KOMPASIANA---Pada pekan ini warganet aktif sekali membahas aturan Pemerintah yang telah meresmikan pembayaran royalti musik dan lagu kepada setiap orang yang menggunakannya untuk kepentingan komersial.

Hal tersebut karena Presiden Joko Widodo sudah menandatangani aturan terkait pengelolaan royalti hak cipta lagu atau musik.

Untuk sekadar diketahui, royalti tersebut akan diberikan kepada pencipta, pemegang hak cipta, pemilik hak yang lagu atau musiknya digunakan komersial.

Oleh karena itu, karena telah adanya aturan tersebut maka kafe, diskotek hingga bazar yang memutarkan musik untuk keperluan komersial akan dikenakan tarif royalti lagu atau musik.

Lantas, bagaimana dengan usaha/layanan publik lain yang juga menggunakan lagu maupun musik sebagai bagian dari bisnisnya, radio misalnya?

1. Royalti Memutar Lagu dan Posisi Tawar Radio

Royalti memutar lagu di stasiun radio itu, menurut Kompasianer Hony Irawan sebenarnya bukan aturan baru.

Hanya saja, lanjutnya, belum ditegakkan juga ada semacam saling pengertian antara pencipta, penyanyi, aranger dan produser dengan pengelola radio.

Sehingga dengan adanya aturan royalti musik ini tidak seperti pada stasiun televisi, radio, dan sebagainya yang secara rutin telah dikenakan aturan tersebut.

Karena pengaruh radio yang sebelumnya cukup besar dalam promosi, justru jadi "media berbayar" untuk memasarkan album atau single lagu/musik tersebut.

Akan tetapi jika melihat kondisi saat ini menurut Kompasianer Hony Irawan stasiun radio daerah yang kue iklannya sangat kecil, yang di kota besar seperti Jabotabek saja sedang menghadapi kebingungan.

"Padahal memutar rangkaian lagu nonstop dengan sedikit ocehan penyiar sudah jadi menu yang belakangan jadi andalan radio dalam mempertahankan pendengar sekaligus izin siar," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Sering Kena Ghosting Rekruter, Bisa Jadi Kamu "Overqualified"

Pernah merasa punya kualifiasi yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan, tapi masih belum mendapat kerja juga?

Jika ada yang merasa hal tersebut, menurut Kompasianer Sigit Eka Pribadi bahwa seorang calon karyawan masuk dalam kategori overqualified.

"Umumnya kenapa suatu kantor ataupun perusahaan menolak kandidat karyawan yang overqualified ini, yaitu karena tidak mampu memenuhi ekpektasi terhadap kepantasan pekerjaan ke depannya," tulis Kompasianer Sigit Eka Pribadi.

Sehingga suatu kantor ataupun perusahaan jadi agak ragu: apakah dengan pekerjaan yang diberikan dan besaran gaji ataupun penghasilan yang nanti diberikan ini? (Baca selengkapnya)

3. Ini Cara Saya Mendidik Anak Perempuan

Sebelum dikaruniai 2 anak perempuan, Kompasianer Trian Ferianto sudah terlebih dulu belajar hingga sekarang untuk tahu bagaimana mesti mendidiknya ke depan

Jadi, sebagai orangtua terus menuntutnya untuk terus belajar seperti berdiskusi, menghadiri pertemuan, mendengar, dan membaca.

Ada 3 hal yang bisa dipelajari dalam mendidik, yaitu akal, rasa, dan karsa.

"Ketiganya adalah elemen yang saling terkait dan tak bisa dipisah. Olah akal, olah rasa, dan olah karsa menopang satu sama lain," tulis Kompasianer Trian Ferianto. (Baca selengkapnya)

4. Kisah Mendebarkan: Menuju Wisma Atlet Kemayoran

Kompasianer Bamby Cahyadi menceritakan bagaimana proses setelah dinyatakan positif untuk melakukan isolasi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta.

Sambil menunggu kabar hasil test swab, Kompasianer Bamby Cahyadi menghubungi beberapa orang yang berkaitan dengannya di kantor.

Untunglah atasannya tidak hanya memotivasinya untuk tidak perlu panik, tapi juga memberitahu prosedur untuk isolasi mandiri di Wisma Atlet.

"Sambil beliau menambahkan, Wisma Atlet adalah tempat yang sangat layak untuk isolasi mandiri dan melakukan perawatan, karena di sana fasilitasnya lengkap dan gratis," tulis Kompasianer Bamby Cahyadi, mengingat pesan dari atasannya tadi.

Di ruang khusus yang disediakan oleh pihak puskesmas tampak ada 15 orang yang menunggu. Mereka adalah orang-orang positif Covid yang akan diantar ke Wisma Atlet. (Baca selengkapnya)

5. Di Balik Lagu "Hey Jude", Ayo Move On Julian Lennon!

Dari beberapa lagu yang hits dari The Beatles, ada lagu yang dibuat Paul McCartney khusus untuk Julian Lennon untuk move on, judulnya: Hey Jude.

Pasalnya, sebagaimana ditulis Kompasiaener Tonny Syiariel, Julian tengah patah hati menghadapi kenyataan pahit akibat perceraian Ayah-Ibunya, John Lennon dan Cynthia Powell.

Patah hati memang tidak monopoli pasangan yang putus cinta. Perasaan merana ini juga bisa menimpa siapa saja. Baik di dalam lingkungan pekerjaan, maupun di dalam keluarga yang tidak lagi harmonis.

"Lagu "Hey Jude" sejatinya ditujukan untuk menghibur Julian Lennon. Sebagai seorang paman yang baik, McCartney ingin menasehati Julian agar mau menerima kenyataan ini, meskipun pahit," tulis Kompasiaener Tonny Syiariel. (Baca selengkapnya)

https://money.kompas.com/read/2021/04/10/161600126/-populer-di-kompasiana-royalti-memutar-lagu-kena-ghosting-rekruter-patah-hati

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.