Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Top 5 Marketplace Indonesia yang Paling Banyak Dikunjungi Versi Riset Shopback

Platform e-commerce Shopee menjadi aplikasi dengan kunjungan tertinggi berdasarkan riset yang diperoleh dari ShopBack.

Galuh Chandra Kirana, Country Manager of ShopBack Indonesia mengatakan, berdasarkan survey yang dilakukan ShopBack kepada 2,025 pengguna e-commerce pada 8-10 Maret 2021 berusia 18 – 55 tahun ke atas yang berasal dari empat tier kota di seluruh Indonesia, dari pulau Sumatera hingga Papua, dengan beragam latar belakang pendidikan dan sosioekonomi, perilaku konsumen memang berubah drastis dalam setahun terakhir.

Dalam riset ShopBack, posisi kedua sebagai platform e-commerce yang paling banyak dikunjungi adalah Tokopedia, kemudian Lazada, selanjutnya Bukalapak, dan terakhir Blibli.

Adapun alasan utama konsumen berkunjung ke marketplace tersebut, 56 persen responden mengatakan banyak promo menarik yang diberikan.

Alasan lain yang membuat banyak konsumen berkunjung ke top 5 marketplace tersebut adalah karena marketplace tersebut terpercaya, yakni berdasarkan pengakuan 53 persen responden. 52 persen lagi mengatakan proses memesan dan membayar produk sangat mudah, 51 persen responden mengatakan adanya fasilitas gratis ongkir, dan 48 persen sisanya menilai aplikasi atau situs mudah digunakan.

“Ini bertujuan untuk meningkatkan user experience dan memberikan benefit yang lebih baik untuk pengguna. kami juga ingin membantu merchant dan partner mendapatkan pemahaman lebih luas terhadap pasar dan konsumen yang mereka tuju. Tidak menutup kemungkinan insight yang kami bagikan juga dapat menunjukkan peluang pada area yang selama ini mungkin belum mereka sentuh,” ungkap Galuh dalam siaran pers, dikutip Rabu (14/4/2021).

Sementara itu, metode pembayaran favorit untuk digital payment atau e-wallet secara umum memang merajai opsi metode pembayaran ketika konsumen berbelanja online, namun perbedaan gender, tier kota, dan generasi menunjukkan preferensi berbeda selain e-wallet.

Berdasarkan gender, perempuan lebih menggemari pembayaran via e-wallet dan transfer lewat internet/mobile banking. Laki-laki lebih menyukai Cash on Delivery (CoD).



Sementara berdasarkan tier kota, masyarakat di kota tingkat Metropolitan dan kota besar lebih suka membayar dengan cara transfer via internet/mobile banking, sementara kota tingkat menengah dan kecil lebih suka CoD dan cicilan non-kartu kredit.

Berdasarkan generasi, e-wallet sangat disukai segala generasi dari usia 18-55 tahun, namun di luar e-wallet, ternyata baby boomers dan millenials lebih suka transfer via internet/mobile banking, sementara gen X dan gen Z lebih menyukai CoD.

Secara keseluruhan, metode pembayaran favorit paling disukai adalah dengan menggunakan dompet digital (OVO, Go-Pay, ShopeePay, DANA sebesar 65 persen reseponden. 48 persen menyukai metode pembayaran tunai di tempat, dan 45 persen lainnya menyukai metode transfer via internet atau mobile banking.

Selanjutnya, 31 persen responden menyukai metode transver via ATM, 26 persen lainnya memilih pembayaran via minimarket atau supermarket, 11 persen melalui jasa cicilan di luar cicilan kartu kredit, dan 9 persen memilih pembayaran dengan kartu kredit.

https://money.kompas.com/read/2021/04/14/133900426/ini-top-5-marketplace-indonesia-yang-paling-banyak-dikunjungi-versi-riset

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kerjasama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Lewat Kerjasama Layanan BaaS, BCA Digital Bidik 20.000 Pengguna MRT Jakarta Jadi Nasabah Baru

Whats New
Perkuat Stok Jelang Puasa dan Lebaran, Mendag Zulhas Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng per Bulan

Perkuat Stok Jelang Puasa dan Lebaran, Mendag Zulhas Siapkan 450.000 Ton Minyak Goreng per Bulan

Whats New
Mendagri Malaysia Temui Menaker Bahas Perlindungan PMI Sektor Domestik

Mendagri Malaysia Temui Menaker Bahas Perlindungan PMI Sektor Domestik

Rilis
Temukan Ada Distributor yang 'Bundling' Minyakita, KPPU: Praktek Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Temukan Ada Distributor yang "Bundling" Minyakita, KPPU: Praktek Persaingan Usaha yang Tidak Sehat

Whats New
Badai PHK Perusahaan Teknologi Berlanjut, Ketua Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Badai PHK Perusahaan Teknologi Berlanjut, Ketua Asosiasi E-Commerce Buka Suara

Whats New
Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Atur Harga Komoditas untuk Redam Inflasi

Pemerintah Pusat dan Daerah Diminta Atur Harga Komoditas untuk Redam Inflasi

Whats New
Kementerian ESDM Siasati Kenaikan Harga Elpiji yang Berada di Atas HET

Kementerian ESDM Siasati Kenaikan Harga Elpiji yang Berada di Atas HET

Whats New
Investasi Asing Meningkat, BI Soroti Tantangan di Sektor Hilirisasi SDA

Investasi Asing Meningkat, BI Soroti Tantangan di Sektor Hilirisasi SDA

Whats New
Cegah Perdagangan Orang, Bagaimana 'Update' Pembahasan RUU PPRT?

Cegah Perdagangan Orang, Bagaimana "Update" Pembahasan RUU PPRT?

Whats New
Minyakita Dijual Melebihi HET, KPPU Bakal Panggil Kemendag dan Kemenperin

Minyakita Dijual Melebihi HET, KPPU Bakal Panggil Kemendag dan Kemenperin

Whats New
IFG Holding Cetak Laba Bersih Rp 3,44 Triliun Tahun 2022

IFG Holding Cetak Laba Bersih Rp 3,44 Triliun Tahun 2022

Whats New
BSM Umat Resmi Jadi BSI Maslahat

BSM Umat Resmi Jadi BSI Maslahat

Whats New
Antisipasi Tingginya Kebutuhan Pupuk, Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas dari Lapangan JTB

Antisipasi Tingginya Kebutuhan Pupuk, Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas dari Lapangan JTB

Whats New
Bakal Berhenti Beroperasi pada 31 Maret, Siapa Pemilik JD.ID?

Bakal Berhenti Beroperasi pada 31 Maret, Siapa Pemilik JD.ID?

Whats New
Evaluasi Mingguan Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia Dinilai Tepat

Evaluasi Mingguan Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Harga Minyak Dunia Dinilai Tepat

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+