Salin Artikel

Simak Tiga Strategi Marketing Dalam Menjalankan Usaha di Bulan Ramadan

Di samping perubahan perilaku yang terjadi, pelaku usaha juga sebaiknya bijak memanfaatkan peluang di bulan Ramadhan.

Untuk memanfaatkan peluang mengembangkan usaha Anda di bulan Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, ada tiga hal yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Mudahkan transaksi konsumen dan berbagi dengan keluarga jauh

Ruang gerak masyarakat Indonesia dalam merayakan Ramadan dan Hari Raya di tengah pandemi tahun ini masih cukup terbatas. Belum lagi, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan larangan mudik Idul Fitri 2021 secara resmi.

Namun, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari masih sangat tinggi terutama di tengah perayaan Ramadan dan momen menjelang Idul Fitri. Situasi tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi beberapa toko-toko retail.

“Sejak awal pandemi, banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih berbelanja dengan volume yang lebih besar untuk mempersiapkan stok kebutuhan rumah tangga dan meminimalisir aktivitas keluar rumah,” kata Joseph Martius, Head of Marketing and Promotion PT Matahari Putra Prima Tbk, dalam virtual konferensi, Selasa (20/4/2021).

2. Beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku konsumen

Pembatasan aktivitas masyarakat di tengah pandemi membuat banyak orang memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah.

Ini mendorong para pelaku bisnis beradaptasi dan tetap kreatif untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen, seperti meluncurkan produk makanan beku siap masak.

Irman Febrianto, Marketing Manager Es Teler 77 menjelaskan, di bulan Ramadan tahun ini, pihaknya menyediakan paket Rahmat (Rame-Rame Lebih Hemat) yang berisi beberapa produk makanan beku.

Paket khusus Ramadan tersebut juga dapat menjadi opsi hampers Ramadan untuk dikirimkan ke kerabat terdekat.

“Andalan kami agar para konsumen tetap dapat membawa kehangatan sajian khas Es Teler 77 bersama dengan keluarga besar di rumah. Selain itu, kami juga akan terus menghadirkan inovasi menu sembari menjaga citarasa khas Es Teler 77 yang sudah berdiri selama 38 tahun ini,” ungkap Irman.

3. Perkuat inovasi, kolaborasi, dan maksimalkan platform digital

Melemahnya perputaran konsumsi dan daya beli masyarakat Indonesia yang disebabkan pandemi memang memberikan dampak yang sangat besar terhadap pelaku bisnis lini kecil hingga besar.

Selain sektor bisnis makanan dan minuman, sektor fesyen juga dinilai menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi. Di tahun 2021, sektor ini kembali menunjukkan peluang untuk bangkit dan memberikan peluang bagi pelaku bisnis.

Markus Happy Ganesha, Head of Marketing and Communication Geulis mengatakan, perubahan selama pandemi menyadarkan ia akan pentingnya adaptasi dan inovasi sesuai situasi dan kebutuhan masyarakat.

Dia bilang, sejak awal usaha memanfaatkan kanal daring serta kolaborasi dengan layanan pembayaran digital, dapat lebih memudahkan dalam menjangkau konsumen di seluruh Indonesia.

“Melalui strategi ini, bisnis kami dapat bertahan bahkan menunjukkan peningkatan transaksi yang positif. Kami percaya bahwa adopsi teknologi digital merupakan kunci untuk memenangkan momen Ramadan dan Hari Raya tahun ini,” ungkap Markus.

https://money.kompas.com/read/2021/04/20/163504326/simak-tiga-strategi-marketing-dalam-menjalankan-usaha-di-bulan-ramadan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.