Salin Artikel

Ekonom Perkirakan Dampak Kenaikan PPN Bisa Dorong Inflasi Jadi 3-4 Persen

Pasalnya selama pandemi, penerimaan negara anjlok sedangkan belanja negara harus digelontorkan untuk penanganan pandemi. Memperluas basis pajak pun diperlukan agar pemerintah mampu menjaga disiplin fiskal dengan defisit kembali ke 3 persen pada tahun 2023.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede tak memungkiri, kenaikan tarif PPN mendorong ruang fiskal yang lebih luas dan menunjang perekonomian jangka panjang, seperti belanja infrastruktur dan program prioritas lainnya.

Apalagi pada tahun 2020, pembayaran bunga dari penarikan utang mencapai hampir 20 persen dari pendapatan negara.

"Apabila kapasitas fiskal tidak dinaikkan, maka ruang fiskal menjadi sangat kecil, dan akan membatasi ruang gerak dari pemerintah," kata Josua ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (12/5/2021).

Namun, dia menjelaskan, ada sejumlah dampak bila pemerintah jadi menaikkan tarif PPN. Salah satu dampaknya adalah merangkak naiknya tingkat inflasi Karena PPN berimbas langsung pada konsumen.

Seturut perhitungannya, inflasi bisa melonjak ke level 3-4 persen pada tahun 2022. Kenaikan inflasi ini bukan karena naiknya permintaan barang/jasa.

"Konsekuensi dari peningkatan tarif PPN adalah potensi peningkatan inflasi ke kisaran 3-4 persen yang disebabkan oleh cost-push-inflation, sehingga kenaikan inflasi akibat kenaikan tarif PPN tidak diiringi oleh peningkatan permintaan," tutur dia.

Josua bilang, kenaikan inflasi yang disebabkan oleh cost-push akan cenderung membatasi daya beli masyarakat, yang notabene sudah terbatas sejak pandemi Covid-19.

Akibatnya, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 pun akan melaju terbatas karena pembatasan daya beli membuat konsumsi masyarakat terhambat.

"Jadi sebelum pemerintah menaikkan tarif PPN, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa kondisi perekonomian terutama konsumsi rumah tangga sudah kembali pulih," pungkas Josua.

Sebagai informasi, wacana kenaikan tarif PPN disebut oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021 untuk menggenjot pendapatan negara.

Berdasarkan pagu indikatif APBN tahun 2022, penerimaan negara dari pajak ditargetkan mencapai Rp 1.499,3 triliun hingga Rp 1.528,7 triliun. Angka itu tumbuh 8,37 persen - 8,42 persen dari outlook akhir tahun 2021.

Ada tiga opsi yang dipilih mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, antara lain kenaikan tarif PPN, memperluas basis pajak digital, dan pengenaan cukai pada kantong plastik.

"Dari sisi perpajakan atau pendapatan negara yaitu bagaimana menggali potensi dan peningkatan tax (pajak) terutama dengan adanya era digital ekonomi. Kita juga akan melaksanakan cukai plastik dan tarif PPN yang akan dibahas dalam Undang-Undang ke depan," ucap Sri Mulyani dalam pembukaan Musrenbangnas 2021, Selasa (4/5/2021).

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu lantas membahas dua opsi skema kenaikan pajak, yakni single tarif dan multitarif. Jika nantinya mengadopsi skema single tarif, pemerintah perlu membentuk PP karena UU Pajak saat ini menganut sistem yang sama.

Namun jika mengadopsi multitarif, maka UU Nomor 46 Tahun 2009 tentang PPN dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) perlu direvisi.

https://money.kompas.com/read/2021/05/12/130900126/ekonom-perkirakan-dampak-kenaikan-ppn-bisa-dorong-inflasi-jadi-3-4-persen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Ditegur, Tiga Pemuda yang 'Ngobrol' di KRL Diturunkan Paksa

Sudah Ditegur, Tiga Pemuda yang "Ngobrol" di KRL Diturunkan Paksa

Whats New
Setelah Terkoreksi 6 Hari Berturut-turut, IHSG Akhirnya Ditutup Menguat

Setelah Terkoreksi 6 Hari Berturut-turut, IHSG Akhirnya Ditutup Menguat

Whats New
Erick Thohir Sebut Emirates dan Etihad Jadi Calon Investor Garuda Indonesia

Erick Thohir Sebut Emirates dan Etihad Jadi Calon Investor Garuda Indonesia

Whats New
4 Cara Bayar Tagihan Listrik lewat Livin’ by Mandiri hingga ATM

4 Cara Bayar Tagihan Listrik lewat Livin’ by Mandiri hingga ATM

Spend Smart
Bebas Repot, Ini Cara Bayar QRIS Pakai Aplikasi Agi Bank Artha Graha

Bebas Repot, Ini Cara Bayar QRIS Pakai Aplikasi Agi Bank Artha Graha

Whats New
Diterpa Krisis, Stok BBM di Sri Lanka Kurang dari Sehari

Diterpa Krisis, Stok BBM di Sri Lanka Kurang dari Sehari

Whats New
Pandemi Belum Berakhir, Blue Bird Jaga Biaya Operasional Tetap Sehat

Pandemi Belum Berakhir, Blue Bird Jaga Biaya Operasional Tetap Sehat

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, PHRI: Perlu Toleransi untuk Anak dan Lansia Komorbid

Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan, PHRI: Perlu Toleransi untuk Anak dan Lansia Komorbid

Whats New
Percepat Pemulihan Ekonomi, Bank BJB Berencana Ekspansi Kredit hingga Perkuat Layanan Digital

Percepat Pemulihan Ekonomi, Bank BJB Berencana Ekspansi Kredit hingga Perkuat Layanan Digital

Whats New
Cabai Rawit Merah Tembus Rp 113.837 Per Kg, Simak Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Cabai Rawit Merah Tembus Rp 113.837 Per Kg, Simak Harga Sembako Hari Ini di Jakarta

Whats New
Beli Pertalite Pakai MyPertamina Ribet? Ingat, Bisa Daftar Tanpa Ponsel, QR Code Boleh Dicetak, Bayarnya Bisa 'Cash', Baru Berlaku untuk Mobil

Beli Pertalite Pakai MyPertamina Ribet? Ingat, Bisa Daftar Tanpa Ponsel, QR Code Boleh Dicetak, Bayarnya Bisa "Cash", Baru Berlaku untuk Mobil

Whats New
Kredit Bank Neo Commerce Tumbuh Pesat, Diperkirakan Raih Profit 2023

Kredit Bank Neo Commerce Tumbuh Pesat, Diperkirakan Raih Profit 2023

Whats New
Menguat 1,53 Persen di Sesi I Perdagangan, IHSG Kembali ke Level 6.700

Menguat 1,53 Persen di Sesi I Perdagangan, IHSG Kembali ke Level 6.700

Whats New
Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kejagung

Perkuat Pengawasan Penyaluran BBM Bersubsidi, BPH Migas Gandeng Kejagung

Rilis
Konsultan Penyehatan Keuangan Wanaartha Life Mundur, Bagaimana Nasib Pencarian Investor?

Konsultan Penyehatan Keuangan Wanaartha Life Mundur, Bagaimana Nasib Pencarian Investor?

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.