Salin Artikel

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Ketahanan Psikologis Menghadapi Krisis | Hiperrealitas Media Sosial | Nilai Parenting lewat Drakor "Vincenzo"

KOMPASIANA---Isolasi mandiri, physical distancing, hingga tetap beraktivitas meski dari rumah tentu saja berdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap tingkat stress individu.

Oleh karena itu, pandemi tak bisa lepas dari permasalahan psikologis.

Setiap orang punya permasalahan yang berbeda, tapi itu tergantung pada situasi-situasi yang tengah diperjuangkan seperti ketahanan terhadap stres, latar belakang kesehatan mental, dan dampak disrupsi pandemi.

Maka, penting untuk setiap orang, mulai dari saat ini misalnya, mesti memiliki ketahanan psikologis yang baik agar tidak menyerah ketika menghadapi keadaan.

1. Tanda Ketahanan Psikologis dalam Menghadapi Krisi

Tidak semua orang bisa menghadapi kerasnya hidup ini dengan ketahanan psikologis yang kuat, pada masa saat krisis atau pandemi misalnya.

Namun, setiap orang menemukan cara mereka sendiri untuk memperbaiki dan mengelola krisis kehidupan yang dialaminya.

Cara kita menangani krisis, menurut Kompasianer Himam Miladi, adalah ujian bagi karakter dan kepribadian kita.

Beberapa orang sudah siap menghadapi kesulitan yang akan datang, sementara yang lain terlambat mengambil pelajaran.

"Orang yang tangguh secara psikologis memiliki banyak karakterisik, di antaranya mengejar tujuan hidup dengan gairah," tulis Kompasianer Himam Miladi. (Baca selengkapnya)

2. Dekadensi dan Hiperrealitas dalam Media Sosial

Orang tampak terlihat secara nyata dengan mereka didalam layaknya berada pada ruangan yang bernama ruang virtual.

Kehidupan kita tampak dalam dua dimensi, hal ini yang terkadang perlu untuk diamati mengenai interaksi manusia masa kini.

Interaksi manusia masa kini ditunjukan dengan kehadiran yang tidak hanya nyata, tetapi juga di dunia maya.

Sebagai contoh Kompasianer I Dewa Ayu mengamati interaksi yang menggunakan media sosial selalu menampilkan hal yang bagus-bagus saja, baik kehidupan tanpa kesengsaraan.

"Sayangnya, dibalik yang terlihat oleh khalayak dalam media ternyata merupakan settingan, bahkan bisa saja tidak sesuai dengan realitas nyatanya," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

3. Nilai-nilai Parenting lewat Drama Korea "Vincenzo"

Serial drama ini juga mengingatkan pada kita, betapa pentingnya parenting yang sehat.

Jika kita menyaksikan "Vincenzo", maka kita seakan diajak memahami bagaimana kondisi psikologis dan dinamika emosi di dalam diri seorang anak yang diadopsi.

Sekalipun orangtua angkat melimpahinya dengan kasih sayang, menurut Kompasianer Re Ayudya, tapi jauh di dalam hatinya dia tetap merasa "kosong" karena posisi orangtua kandungnya tak akan pernah bisa digantikan.

Dari sini juga, kita bisa belajar bahwa apa yang orangtua anggap baik dan bertujuan untuk membuat anak bahagia, pada kenyataannya tidak selalu dirasa baik dan membahagiakan bagi si anak.

"Ada pesan bahwa menyayangi anak bukan berarti menjauhkan dia dari hukuman ketika dia berbuat salah. Anak perlu belajar bahwa selalu ada konsekuensi dari setiap perbuatan," tulis Kompasianer Re Ayudya. (Baca selengkapnya)

***

Simak beragam konten menarik lainnya di Kompasiana lewat kategori Humaniora.

https://money.kompas.com/read/2021/05/27/171700126/-tren-humaniora-kompasiana-ketahanan-psikologis-menghadapi-krisis

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Spend Smart
Apa Itu Produsen? Simak Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Apa Itu Produsen? Simak Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Earn Smart
Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Menteri Investasi: Dulu, Hanya Kepala Dinas dan Tuhan yang Tahu Kapan Izin Usaha Selesai

Whats New
Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Pemerintah Evaluasi Harga Batu Bara Khusus Industri Semen dan Pupuk

Whats New
LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota 'Nusantara'

LMAN Siap Terlibat dalam Pembangunan Ibu Kota "Nusantara"

Whats New
Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Menkop UKM Teten Masduki Sambut Inisiatif Bill Gates dan Filantropis Dunia Dukung UMKM Indonesia

Rilis
Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Ini Penyebab Anggaran PEN 2021 Tidak Terserap 100 Persen

Whats New
Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Keuangan Mulai Membaik, Ekuitas Asabri Masih Negatif Rp 4,7 Triliun

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaann Tanpa Aplikasi

Whats New
Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Menkop UKM Dorong Peternak Ayam Ciremai Group untuk Manfaatkan KUR Klaster Pertanian

Rilis
Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Mudah, Ini Cara Cetak Kartu BPJS Kesehatan Online

Whats New
Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Penguatan Infrastruktur Digital Jadi Kunci Industri e-Commerce Lebih Sustainable

Work Smart
Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.