Salin Artikel

Harga Sahamnya Meroket Ribuan Persen, Ini Profil DCI Indonesia

Pada perdagangan hari pertama tersebut DCII langsung kena ARA alias auto reject atas setelah naik 25 persen ke posisi Rp 525.

Hingga penutupan 4 Juni 2021, harga saham DCII telah melonjak 4.423,81 persen ke posisi Rp 23.750 dibandingkan sejak IPO.

Lonjakan yang fantastis termasuk jika dibandingkan dengan saham Bank Jago (ARTO) salah satu emiten yang juga moncer akhir-akhir ini.

Sejak diakuisisi duo Jerry Ng dan Patrick Waluyo melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia tahun 2019 silam, harga saham ARTO meroket 9.843,90 persen. Dari nilai Rp 130 per saham, hingga penutupan 4 Juni 2021 Rp 11.875 per sahamnya. Namun secara year to date, ARTO baru naik 237,71 persen tahun ini.

Kembali ke DCII, harga saham emiten ini terus menanjak setelah Direktur Utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Anthoni Salim memborong sahamnya pada Senin (31/5/2021). Anthoni telah mencaplok 192,74 juta saham emiten yang bergerak di bidang usaha teknologi berkode DCII itu. Jumlah tersebut setara dengan 8,09 persen total modal disetor DCII.

"Tujuan dari transaksi, investasi di bidang teknologi," ujar Anthoni Salim dalam keterbukaan informasi tertanggal Rabu (2/6/2021).

Dalam keterbukaan informasi juga dijelaskan, harga beli saham DCII dipatok di Rp 5.277 per saham. Dengan demikian, Anthoni menggelontorkan dana hingga Rp 1,02 triliun untuk transaksi tersebut.

Pada tanggal transaksi itu terjadi, saham DCII ditutup menguat 19,8 persen dari Rp 11.475 menjadi Rp 13.750.

Setelah itu, harga saham DCII terus menanjak hingga mencapai Rp 23.750 atau meroket 4.423,81 persen sejak melantai di BEI.

Profil DCII

Nah, bagaimana profil perusahaan ini hingga para investor tergopoh-gopoh memburu sahamnya?

Mengutip dari situs resminya, Senin (7/6/2021), perusahaan yang didirikan pada tanggal 18 Juli 2011 ini bergerak dalam bidang industri penyedia jasa aktivitas penyimpanan data di Server (hosting) dan aktivitas terkait lainnya.

Layanan jasa utama yang disediakan perusahaan yaitu berupa layanan ruang pusat data (colocation).

Sedangkan bidang usaha penunjang yang dijalankan DCII adalah bidang real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, yang mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen, bangunan hunian dan bangunan non hunian.

Bidang usaha penunjang yang juga dijalankan DCII adalah aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer seperti manajemen insiden hingga digital forensik. Perusahaan juga menjalankan aktivitas konsultasi manajemen, hingga pengolahan data dan menjadi kantor pusat unit bisnis.

Berdasarkan profil di situs perusahaan, DCII didirikan oleh Toto Sugiri, yang merupakan alumni dari RWTH Aachen, salah satu kampus teknik di Jerman. Toto pun saat ini menjadi CEO DCI Indonesia.

Sebelum mendirikan DCII, Toto pernah berkiprah sebagai VP Information Technology di Bank Bali kemudian ikut mendirikan perusahaan software khusus perbankan, Sigma Cipta Caraka pada 1989 sebelum akhirnya diakuisisi oleh Telkom dan berganti nama menjadi Telkomsigma.

Ia juga sempat mendirikan Indonet, penyedia layanan Internet Service Provider (ISP) pertama di Indonesia sebelum akhirnya mendirikan DCII.

Sementara itu mengutip dari keterbukaan informasi, kinerja keuangan kuartal I/2021 perusahaan ini mengalami peningkatan.

Apabila pada kuartal I/2020 pendapatan perusahaan sebanyak Rp 137 miliar, naik sebesar 25 persen menjadi Rp 171 miliar di kuartal I/2021.

Lalu, untuk laba bersih perseroan juga meningkat sebesar 55 persen menjadi Rp 48 miliar pada kuartal I/2021 yang sebelumnya sebesar Rp 31 miliar pada kuartal I/2020.

DCII resmi melantai di bursa pada 6 Januari 2021 lalu, sebanyak 357,56 juta saham atau setara 15 persen saham perusahaan dilepas ke publik dengan harga penawaran Rp 420.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, DCII mengatakan perusahaan melayani tujuh platform e-commerce terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, dengan salah satu diantaranya adalah Tokopedia.

Selain e-commerce DCII juga melayani 124 pelanggan dari industri keuangan, lebih dari 30 perusahaan telekomunikasi dan lebih dari 100 pelanggan dari industri lainnya.

https://money.kompas.com/read/2021/06/07/080900126/harga-sahamnya-meroket-ribuan-persen-ini-profil-dci-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Kode Bank BTN untuk Keperluan Transfer Beda Bank

Spend Smart
Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Bank Sinarmas Luncurkan Aplikasi Simobiplus, Apa Saja Keunggulannya?

Rilis
Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Blue Bird Akan Tambah 4.000 Armada Lebih di 2022

Whats New
Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini  Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Berencana Ekspansi ke RI, Perusahaan Asal Malaysia Ini Cari Agen untuk Tawarkan Tabungan Emas

Whats New
Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Kode Bank BCA Syariah dan Bank Lain untuk Transaksi Transfer Antarbank

Spend Smart
Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Cara Daftar m-Banking BRI, BNI, BCA, dan Mandiri dengan Mudah

Whats New
PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

PT Vale Indonesia Targetkan Produksi Nikel Tumbuh 3 Kali Lipat di 2025

Whats New
Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Laba Bersih BRI Setara 25,5 Persen Total Laba Seluruh BUMN di 2021

Whats New
Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Sri Mulyani Pastikan 3 Provinsi Baru di Papua Bakal Punya Anggaran Khusus Pemilu 2024

Whats New
Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Simak 3 Tips Meningkatkan Strategi Marketing Lewat TikTok

Work Smart
Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Vaksin Bosster Jadi Syarat Perjalanan, Kemenhub: Pokso Vaksinasi Akan Tersedia di Terminal, Bandara dan Pelabuhan

Whats New
Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Besok, Pemerintah Luncurkan Minyak Goreng Curah Kemasan Sederhana Seharga Rp 14.000/liter

Whats New
Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Kementan Pastikan 1,8 Juta Hewan Kurban Aman untuk Penuhi Kebutuhan Idul Adha

Rilis
INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

INA dan SRF China Jalin Kerja Sama Investasi di Indonesia

Rilis
Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Bos BPJS Kesehatan: Kami Berharap Sampai 2024 Tidak Ada Kenaikan Iuran

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.