Salin Artikel

Kemenaker Terus Kembangkan BLK Komunitas untuk Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

KOMPAS.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Caswiyono Rusydie Cakrawangsa mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) terus mengembangkan dan memperkuat Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas demi menjawab tantangan ketenagakerjaan.

Adapun tantangan ketenagakerjaan yang dimaksud tersebut meliputi bonus demografi, revolusi industri 4.0, dan dampak pandemi Covid-19.

Caswiyono berharap, BLK Komunitas dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi angka pengangguran Indonesia di tengah berbagai tantangan yang ada saat ini.

Sementara itu, dalam siaran pers Biro Humas Kemenaker pada Kamis (10/6/2021), Caswiyono memaparkan, rangkaian perhelatan Rembuk Nasional Vokasi dan Kewirausahaan serta Peresmian BLK Komunitas 2020 di Pondok Pesantren Cipasung telah menoreh makna penting.

“Di samping menjadi penanda dimulainya operasional 1.014 BLK Komunitas yang dibangun tahun 2020, juga meneguhkan upaya penting untuk memastikan semua BLK Komunitas yang jumlahnya kini mencapai 2.127, menjadi lembaga pelatihan yang mandiri dan profesional,” jelasnya.

Menurut Caswiyono, kemandirian BLK Komunitas tersebut ditandai dengan beberapa hal, termasuk terbentuknya Forum Komunikasi Nasional BLK Komunitas secara resmi dan terjalinnya kemitraan strategis dengan berbagai stakeholders.

Selain itu, adanya peta jalan kemandirian BLK Komunitas dan ditetapkannya 25 BLK Komunitas terbaik sebagai inkubator kewirausahaan, turut menyumbang tanda kemandirian BLK Komunitas.

"Ini semua merupakan ikhtiar nyata Bu Menaker Ida Fauziyah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pemulihan ekonomi nasional," kata Caswiyono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Kamis.

Sebagai informasi, penetapan 25 BLK Komunitas sebagai inkubator usaha adalah hasil seleksi dari 40 BLK Komunitas unggulan yang dibangun pada periode pembangunan 2017.

Dua puluh lima BLK Komunitas itu sebelumya juga telah mengikuti Workshop Peta Jalan Kemandirian BLK Komunitas.

Adapun Workshop Peta Jalan Kemandirian BLK) Komunitas tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Juni 2019 di Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar).

Menurut Stafsus Menaker Caswiyono, pengembangan BLK Komunitas membutuhkan kolaborasi dan sinergi dari berbagai pihak.

“BLK Komunitas harus jadi pemeran utama dalam link and match antara dunia pendidikan dan pelatihan dengan dunia kerja dan usaha,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, BLK Komunitas juga harus menjadi inkubator wirausaha dan mampu berperan menyiapkan kompetensi calon pekerja, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI).

Caswiyono mengatakan, BLK Komunitas juga akan ditransformasikan sebagai wadah pengembangan talenta muda Indonesia, selaras dengan upaya peningkatan SDM yang saat ini terus dilakukan.

Dalam upaya transformasi tersebut, Kemenaker akan memperluas kerja sama dan kemitraan dengan berbagai stakeholder dan perusahaan.

“Tahun ini kerja sama itu kami perluas. Kami akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU),” kata Caswiyono.

Ia menyebutkan, Kemenaker akan mengembangkan kemitraan dengan Masyarakat Ekonomi Syariah, PT Telkom, Martha Tilaar, Perhimpunan Paricara Usada Indonesia, PT Panasonic, Bank Syariah Indonesia, Himpunan Kawasan Industri, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, PT Pegadaian, dan PT Polytron.

BLK Komunitas Pondok Pesantren Giri Kusumo

Sementara itu, salah satu BLK Komunitas unggulan yaitu BLK Komunitas Pondok Pesantren (Ponpes) Giri Kusumo telah berhasil menunjukkan kemandiriannya.

BLK Komunitas yang fokus pada satu program pelatihan yakni teknik sepeda motor (TSM) di Kabupaten Demak itu telah melahirkan lulusan yang ditampung oleh PT Astra dan Honda.

Selain itu, terdapat lulusan BLK Komunitas Ponpes Giri Kusumo yang berhasil membuka bengkel di kampung halaman masing-masing.

Kepala BLK Komunitas Ponpes Giri Kusumo Muhammad Hanif Maimun mengatakan, hadirnya BLK Komunitas telah memberikan banyak manfaat dan mampu membekali keterampilan otomotif bagi santri-santri serta masyarakat sekitar lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah dan terima kasih kepada Kemenaker. BLK Komunitas Giri Kusumo telah lakukan MoU-MoU dengan banyak perusahaan otomotif dan bengkel, yaitu Bengkel Astra dan Honda,” kata Hanif.

Ia menjelaskan, kerja sama tersebut dilakukan dalam bentuk magang. Setelah magang, para lulusan BLK akan direkrut menjadi karyawan.

Sebagai informasi, BLK Komunitas Ponpes Giri Kusumo sudah berdiri sejak tahun 2017 dan menjadi salah satu lembaga atau yayasan yang menerima manfaat program pembangunan BLK Komunitas Kemenaker.

Pada tahun pertama didirikan, BLK Komunitas Ponpes Giri Kusumo telah melatih dan memberikan sertifikat keahlian kepada sebanyak 80 orang peserta.

Kemudian, tahun-tahun berikutnya, BLK Komunitas Ponpes Giri Kusumo meluluskan 32 orang peserta setiap tahun.

Adapun, pada 2020, BLK Komunitas Ponpes Giri Kusumo telah menghasilkan sebanyak 176 alumni.

https://money.kompas.com/read/2021/06/10/170623426/kemenaker-terus-kembangkan-blk-komunitas-untuk-hadapi-tantangan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.