Salin Artikel

Damri Mengalami Kerugian hingga Tangguhkan Pembayaran Upah dan THR

Corporate Secretary Perum Damri Sidik Pramono mengungkapkan, kondisi tersebut memaksa Direksi untuk melakukan berbagai hal.

"Termasuk menangguhkan pembayaran sebagian upah bagi karyawan perusahaan, termasuk direksi (penundaan, bukan pemotongan),” ungkap Sidik dalam pernyataannya kepada media, Rabu (16/6/2021).

Sidik menjelaskan, karena sifatnya adalah penundaan, hal tersebut dicatat sebagai utang perusahaan kepada pekerja. Jika kondisi perusahaan mulai membaik, utang itu akan dibayar.

“Jika pada saatnya nanti kondisi membaik, kewajiban Perusahaan tentu akan dipenuhi. Besaran tunjangan hari raya (THR) pada Lebaran 2021 juga telah ditetapkan sesuai dengan kemampuan keuangan Perusahaan dan hal tersebut sudah dikomunikasikan kepada Serikat Pekerja,”jelas dia.

Hal itu diungkapkan Sidik menanggapi tudingan Ketua Umum SPDT FSPMI Iswan Abdullah yang mengatakan Perum Damri telah mengabaikan hak karyawannya.

“Terkait dengan THR, sampai saat ini THR pekerja hanya dibayarkan Rp 700.000, dan upah yang jauh di bawah upah minimum. sampai saat ini ada juga pekerja yang tidak digaji 5 – 8 bulan. Kami mohon pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap manajemen pengelolaan Damri. Ini adalah pelanggaran,” kata Iswan.

https://money.kompas.com/read/2021/06/16/183721626/damri-mengalami-kerugian-hingga-tangguhkan-pembayaran-upah-dan-thr

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.