Salin Artikel

Ini Penyebab Harga Batu Bara Acuan Sentuh Level Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Harga batu bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) itu menjadi yang tertinggi sejak hampir 10 tahun terakhir, tepatnya pada November 2011.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan, lonjakan harga tersebut utamanya diakibatkan tingginya permintaan negara di kawasan Asia Timur, seperti China.

Aktivitas di Negeri Tirai Bambu itu tengah mengalami peningkatan, sehingga kebutuhan akan batu bara sebagai sumber energi menjadi semakin tinggi.

“Kapasitas pasokan batubara domestik Tiongkok terus menipis seiring kembalinya geliat aktivitas pembangkit listrik,” ujar Agung dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (6/7/2021).

China saat ini sedang kewalahan memenuhi kebutuhan batu bara dalam negeri akibat terjadinya kendala operasional seperti adanya kecelakaan tambang dan perubahan cuaca berupa hujan yang ekstrim.

Selain China, sambung Agung, Jepang dan Korea Selatan juga menunjukkan grafis kenaikan serupa.

“Ini berimbas pada kenaikan harga batubara global," katanya.

Kenaikan HBA Juli merupakan rekor tertinggi baru, setelah sebelumnya pada Juni lalu juga menembus 100,33 dollar AS per ton, dan mencatatkan sebagai HBA tertinggi sejak November 2011 yang saat itu mencapai 116,65 dollar AS per ton.

“Kenaikan ini menjadi yang paling tinggi dalam satu dekade," ujar Agung.


Sebagai informasi, HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8 persen, Total Sulphur 0,8 persen, dan Ash 15 persen.

Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, suplai dan permintaan.

Pada faktor turunan suplai dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

https://money.kompas.com/read/2021/07/06/081000526/ini-penyebab-harga-batu-bara-acuan-sentuh-level-tertinggi-dalam-10-tahun

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.