Salin Artikel

Jangan Sampai Terjebak! Lakukan Cara Ini Sebelum Berutang

Semakin mudahnya setiap orang berutang, membuat banyak orang yang tidak berpikir secara jangka panjang.

Perencana Keuangan Finansialku , Juan Mahir Muhammad, CFP®, mengatakan, mindset tersebut bisa menyebabkan banyak orang jatuh ke dalam lubang dan membuat mereka pusing mengatur keuangan di kemudian hari.

“Dalam ilmu perencanaan keuangan, memiliki utang diperbolehkan asalkan mengetahui tujuan, kondisi, dan kemampuannya dalam berutang,” tegasnya.

Sebelum terlambat, jangan sampai kamu mengalami fenomena gali lubang tutup lubang. Simak tips-tips ini sebelum kamu berutang.

1. Tentukan tujuan utang

Hal ini merupakan salah satu faktor utama yang harus dilakukan sebelum berutang. Karena, masih banyak yang belum bisa menentukan apakah utang ini bersifat konsumtif atau
produktif.

Utang konsumtif digunakan untuk kebutuhan konsumsi, bahkan gaya hidup. Secara nilai barang, utang yang dilakukan tidak bisa menambah income apapun, dan cenderung harganya bisa turun seiring waktu.

Misalnya, kamu menyicil gadget demi gengsi semata di kalangan pertemananmu. Selain kamu
berutang, nilai barang dari gadget pun tiap tahun akan semakin turun.

Sedangkan, utang produktif bertujuan untuk mendapatkan tambahan nilai dari segi uang atau
waktu.

Misalnya, kamu menyicil motor untuk digunakan sebagai kegiatan operasionalmu, seperti jasa
kurir. Selagi kamu menyicilnya, kamu bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari motor
tersebut.

Semakin bertambahnya usia, kebutuhan biaya hidup juga semakin meningkat. Namun, banyak yang tidak sadar bahwa kebutuhan gaya hidup juga meningkat.

“Banyak yang (akhirnya) tidak bisa membedakan mana biaya hidup dan juga gaya hidup. Ini yang menyebabkan seseorang menjadi lebih konsumtif,” ucap Juan.

2. Ketahui kemampuan

Setelah kamu mengetahui tujuanmu berutang, kamu juga perlu mengukur diri, apakah dalam
proses pelunasannya sesuai dengan kemampuan di kemudian hari.

“Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda, jadi jangan hanya sekedar ikut-ikutan,” sebut Juan.

Karena bagaimana pun, bila kamu memaksa kemampuan diri dalam berutang, ditakutkan kamu mudah terjebak di lingkaran utang. Di mana, demi menutupi utang kamu harus berutang kembali.

Menurut Juan, caranya mudah, yakni kamu bisa menghitung debt ratio bila cicilan utang sudah mencapai 30-35 persen dari income.

3. Perhatikan periode dalam utang

Sebelum berutang, kamu juga harus mengatur strategi dalam melunasinya. Kita bisa menentukan periode berutang. Ada yang jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

“Hal ini juga bisa membantu kita untuk mengatur strategi dalam melunasinya,” katanya.

Namun di balik hal ini, ungkap Juan, lebih baik menabung untuk membeli daripada membeli
dengan berutang tanpa memikirkan kemampuan kita sebenarnya. (Retna Gemilang)

Artikel ini merupakan kerja sama dengan Finansialku.com. Isi artikel di luar tanggung jawab Kompas.com

https://money.kompas.com/read/2021/07/12/060700026/jangan-sampai-terjebak-lakukan-cara-ini-sebelum-berutang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

BrandzView
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.