Salin Artikel

Berkat Kendaraan Listrik, NICL Optimistis Bisnis Nikel Cerah

Ditambah lagi, dukungan pemerintah yang akan mengembangkan industri dan ekosistem kendaraan listrik melalui pembentukan holding BUMN baterai Indonesia kerja sama dengan produsen mobil listrik dunia yaitu LG Chem (Korea) dan CATL (China).

Direktur Utama PAM Mineral Ruddy Tjanaka melihat peluang yang cukup menjanjikan pada pertambangan nikel berkadar rendah. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan kebutuhan baterai untuk bahan bakar kendaraan listrik.

Di sisi lain, permintaan bijih nikel berkadar tinggi juga terus mengalami peningkatan, terutama karena adanya industri pengolahan atau smelter yang ada.

"Permintaan nikel dengan kadar tinggi juga cukup stabil sementara permintaan pasar nikel berkadar rendah juga sudah kembali mulai meningkat. Adanya industri baterai nasional seiring tumbuhnya smelter dengan teknologi hydrometalurgi akan meningkatkan kinerja perusahaan dengan diserapnya nikel kadar rendah yang diproduksi perseroan. Ini yang kita harapkan bersama," katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021).

Ia mengatakan, stabilnya industri pengolahan atau smelter, menjadi peluang yang cukup menjanjikan bagi industri bijih nikel.

Dia optimistis permintaan bijih nikel dengan kadar tinggi akan meningkat. Apalagi dengan ekspansi di smelter yang ada, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan tambang perseroan.

"Tentu kita optimis perkembangan ke depan itu kebutuhan ore nikel bisa melebihi 7 sampai 8 juta ton per bulan," sebut dia.

Sementara itu, dengan eksplorasi yang terus-menerus dilakukan, perseroan berkeyakinan masih memiliki sumber daya sekitar 28 juta ton lebih bijih nikel.

Dari 28 juta bijih nikel tersebut, lanjut Ruddy, tidak semua memiliki kadar tinggi namun juga terdapat bijih nikel dengan kadar rendah. Perseroan saat ini telah melakukan penjualan bijih nikel kadar rendah ke smelter yang ada.

Untuk jangka menengah dan jangka panjang, NICL memiliki strategi menambah cadangan dengan melalui akuisisi atau maupun mencari tambang baru. Sedangkan rencana jangka pendek, perseroan akan memenuhi target Rencana Kerja Anggaran Biaya (RKAB) sebanyak 1,8 juta ton bijih nikel.

Lebih lanjut, Ruddy menjelaskan, jumlah pasokan nikel terbatas saat ini di sisi lain permintaan bijih nikel semakin meningkat terutama dari industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Market share untuk kendaran listrik (EV) yang akan meningkat dari 2,5 persen pada tahun 2019 menjadi 10 persen pada tahun 2025.

Market share untuk industry EV diprediksikan akan meningkat menjadi 28 persen di tahun 2030 dan 58 persen di tahun 2040. Pada tahun 2019, konsumsi nikel untuk bahan baku baterai mencapai 7 persen dari total konsumsi global.

Diperkirakan pada tahun 2022, permintaan nikel akan melebihi pasokan/supply yang ada.

"Potensi yang besar bagi perseroan untuk bertumbuh mengingat saat ini baru sebagian kecil dari area yang sudah dieksploitasi," pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2021/07/15/103600026/berkat-kendaraan-listrik-nicl-optimistis-bisnis-nikel-cerah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Risma Beberkan Ada Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan, Ini Penjelasan Himbara

Whats New
Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Lembaga Riset IDEAS: Angka Kemiskinan Turun, tapi Jumlah Pengangguran Bertambah

Whats New
Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Contoh Surat Resign dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Work Smart
Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Promo Minyak Goreng Bimoli di Superindo, Kemasan 2 Liter Rp 25.000

Spend Smart
Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Ayam Broiler dan Gula Pasir Naik, Berikut Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

139 Perusahaan Kembali Ekspor Batu Bara, ESDM: 1 Juta Ton Terkirim ke Luar Negeri

Whats New
Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Pemalsuan Surat Jaminan BLBI, Mahfud MD: 1 Orang Pegawai Kemenkeu Sudah Dinonaktifkan

Whats New
Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Ada Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga, Simak Rekomendasi Saham AALI, SIMP, dan LSIP

Earn Smart
Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Varian Omicron Meningkat di Jabodetabek, Luhut: Ini Teater Perang Sesungguhnya

Whats New
Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan 'Ransomware', Data Kritikal Dipastikan Aman

Bank Indonesia Akui Diretas, Kena Serangan "Ransomware", Data Kritikal Dipastikan Aman

Whats New
3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

3 Minggu Tax Amnesty Jilid II, Negara Sudah Dapat Rp 467 Miliar

Whats New
Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Trading Challenge Tesla 2021 Usai, Astronacci International Ajak Masyarakat Bangkit dan Kejar Mimpi

Rilis
Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Mau Beli Valas? Intip Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga Bank Mandiri

Spend Smart
IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

IHSG dan Rupiah Melaju di Zona Merah Pagi Ini

Earn Smart
Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Ragam Tingkah Pengemplang BLBI, Enggan Bayar Utang hingga Jadikan Laut sebagai Jaminan

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.