Salin Artikel

Beredar Foto Bilyet Giro Rp 2 Triliun Sumbangan Akidi Tio, Apa Itu?

Di dalam bilyet giro tersebut tertera nomor rekening penerima atas nama Heni Kresnowati.

Namun demikian, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Supriadi memastikan foto bilyet giro yang beredar adalah palsu atau hoaks.

"Iya betul (hoaks). Saya belum lihat bilyet gironya," kata Supriadi kepada wartawan di Mapolda Sumsel, Selasa (3/8/2021).

Atas beredarnya bilyet giro tersebut, anak Akidi Tio, Heriyanti, kembali diperiksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel terkait uang sumbangan senilai Rp 2 triliun.

Lalu, sebenarnya apa itu bilyet giro?

Di laman resmi Bank Indonesia (BI) dijelaskan, bilyet giro adalah surat perintah dari penarik kepada bank tertarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana kepada rekening penerima.

Terdapat beberapa prinsip umum yang berlaku dalam penggunaan bilyet giro, yakni digunakan sebagai sarana perintah pemindahbukuan, tidak dapat dipindahtangankan, diterbitkan dalam mata uang rupiah, dan ditulis dalam Bahasa Indonesia.

BI pun menjelaskan, terdapat beberapa syarat formal bilyet giro, seperti nama bilyet giro dan nomor bilyet giro, nama bank tertarik, serta perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahbukukan sejumlah dana atas beban rekening giro penarik.

Selain itu, perlu dicantumkan pula nama dan nomor rekening penerima, nama bank penerima, jumlah dana yang dipindahbukukan baik dalam angka maupun dalam huruf secara lengkap, tanggal penarikan, tanggal efektif (pengisian tanggal efektif harus berada dalam tenggah waktu pengunjukan, nama jelas penarik, dan tanda tangan penarik.

Ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pihak dalam menggunakan bilyet giro.
Bagi bank tertarik, wajib mencantumkan syarat formal bilyet giro berupa nama dan nomor bilyet giro, nama bank tertarik, serta perintah yang jelas dan tidak bersyarat pada saat pencetakan bilyet giro.

Selain itu, bank tertarik juga wajib menatausahakan rekening biro penarik, menatausahakan bilyet giro yang diberikan kepada penarik, melakukan verifikasi bilyet giro yang ditarik penarik, melaksanakan perintah pemindahbukuan, dan menindaklanjuti pemblokiran pembayaran bilyet giro berdasarkan surat permohonan dari penarik dan atau pihak berwenang.

Bank tertarik juga memiliki kewajiban untuk melakukan penolakan bilyet giro disertai alasan penolakan, dan menatausahakan penggunaan bilyet giro.

Sementara, bagi penarik, kewajiban yang harus dipenuhi yakni memenuhi syarat formal bilyet giro secara lengkap pada saat penerbitan bilyet giro, menyediakan dana yang cukup selama tenggang waktu efektif, dan menginformasikan kepada bank tertarik mengenai bilyet giro yang diblokir pembayarannya.

Bank penerima juga berkewajiban memastikan pemenuhan syarat formal bilyet giro yang diterima dari penerima, meneruskan bilyet giro kepada bank tertarik, dan menyampaikan informasi kepada penerima bahwa bilyet giro ditolak oleh bank tertarik disertai dengan alasan penolakan.

Sementara, penerima berkewajiban memastikan pemenuhan ketentuan syarat formal bilyet giro, menolak bilyet giro yang tidak memenuhi syarat formal bilyet giro, dan meminta penarik untuk melakukan pemblokiran atas bilyet giro yang diterima jika diperlukan.

https://money.kompas.com/read/2021/08/03/142903226/beredar-foto-bilyet-giro-rp-2-triliun-sumbangan-akidi-tio-apa-itu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.