Salin Artikel

Bos BI: Kebijakan Super Longgar Kami Pertahankan Sampai Tahun Depan

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, penahanan kebijakan moneter super longgar dilakukan lantaran belum adanya tanda-tanda tingkat inflasi meninggi.

"Untuk tahun depan nanti kita jelaskan tahun depan. Tapi yang jelas kami juga tahu, tahun depan kemungkinan inflasinya belum akan tinggi, dan kita juga masih perlu mendorong pemulihan ekonomi sehingga kebijakan BI untuk tahun depan masih akan cenderung untuk longgar," kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat KSSK secara virtual di Jakarta, Jumat (6/8/2021).

Kendati demikian Perry mengungkap, pihaknya akan terus menakar dan memperhatikan kenaikan inflasi secara bertahap.

Bila tanda-tanda mulai terlihat, bank sentral akan mengurangi likuiditas secara bertahap.

"Klau ada kenaikan inflasi tentu saja kami secara bertahap mengurangi likuiditas yang super melimpah ini tanpa harus berpengaruh terhadap penyaluran kredit, pembiayaan fiskal, maupun pemulihan ekonomi," beber Perry.

Adapun untuk tahun 2021, bank sentral masih setia menahan suku bunga acuan di level 3,50 persen. Penyaluran likuiditas kepada sektor perbankan pun terus dilakukan sebesar Rp 101,10 triliun sepanjang tahun ini.

Perry mengungkap, kebijakan longgar di tahun ini untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, yang momentumnya mulai pulih di kuartal II 2021.

"Kebijakan suku bunga rendah akan kami pertahankan, kebijakan likuiditas longgar super longgar akan kami pertahankan, akan kami lanjutkan terus untuk mendorong pemulihan ekonomi. Inflasinya rendah, pertumbuhan ekonomi yang sudah baik ini perlu kita dorong," tutur Perry.

Jika masalahnya pada stabilitas nilai tukar, bank sentral sudah menyiapkan langkah lain selain dengan menurunkan suku bunga acuan.

Stabilitas nilai tukar tetap terjaga dengan berbagai kebijakan stabilisasi di pasar spot, DNDF, maupun koordinasi dengan Kementerian Keuangan.

"Koordinasi ini sangat erat untuk menjaga agar dampak dari ketidakpastian global terhadap stabilitas nilai tukar rupiah terhadap yield itu terjaga. Alhamdulillah strategi koordinasi yang sangat erat betul-betul (membuat) rupiah kita relatif stabil dan kenaikan yield SBN cukup managable dan terukur," pungkas Perry.

https://money.kompas.com/read/2021/08/06/124000426/bos-bi--kebijakan-super-longgar-kami-pertahankan-sampai-tahun-depan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Rilis
Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Spend Smart
Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Whats New
Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Whats New
Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Whats New
Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.