Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini yang Dilakukan Kementan Tekan Harga Jagung yang Tinggi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan harga jagung yang kian tinggi.

Diketahui, belakangan ini harga jagung melambung tinggi sehingga membuat para peternak banyak mengeluh.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Bambang Pamudji mengatakan, upaya pertama adalah para peternak akan mendapat subsidi pengiriman jagung ke gudang pakan.

“Ini kami juga memberikan subsidi ongkos angkut dari satu titik surplus ke wilayah sentra ternak atau kekurangan defisit jagung,” kata Bambang saat diskusi publik tentang Pertanian Bantalan Resesi: Resiliensi Sektor selama Pandemi Covid-19 yang disiarkan secara virtual, Senin (20/9/2021).

Bahkan, kata Bambang, Presiden Jokowi telah memberikan instruksi langsung kepada Kementan untuk memberikan kemudahan akses jagung bagi peternak ayam.

“Di antaranya adalah bantuan untuk jagung yang kemarin beberapa mewakili peternak untuk bisa hadir di istana,” imbuh dia.

Untuk itu, Kementan akan melakukan optimalisasi pasar tani yang saat ini tersebar di seluruh provinsi.

Selain itu, Kementan juga melakukan kerja sama dengan mitra layanan distribusi seperti Gojek dan Grab.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pangan, di tengah imbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja.

Sementara itu, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bustanul Arifin menilai, jagung merupakan bahan baku pakan ayam yang cukup penting, sekitar 50-60 persen dari total kebutuhan.

Oleh karena itu, kata Arifin, jika ketersediaan pasokan jagung tersendat, dan juga harga yang tinggi akan membuat peternak tertekan.

“Kalau terlambat tidak ada barang peternak marah,” kata Arifin.

https://money.kompas.com/read/2021/09/21/135202226/ini-yang-dilakukan-kementan-tekan-harga-jagung-yang-tinggi

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke