Salin Artikel

Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2021 Jadi 3,7 Persen

Dalam Laporan berjudul World Bank East Asia and Pacific Update October 2021, penurunan proyeksi terjadi lantaran penularan kasus Covid-19 varian Delta sejak Juni 2021 lalu.

Ekonom Bank Dunia Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan, varian ini sangat memukul pemulihan ekonomi Indonesia di tahun 2021.

"Saya katakan bahwa varian Delta sangat memukul ekonomi Indonesia tahun ini. Untung Indonesia lebih awal dalam hal vaksinasi dan berhasil dalam hal mempercepat tingkat vaksinasi. Mudah-mudahan pertengahan tahun depan (vaksinasi) mencakup proporsi yang sangat besar," beber Mattoo dalam Media Briefing, Selasa (28/9/2021).

Mengacu laporan yang sama, seluruh negara di kawasan Asia Pasifik memang masih berjuang melawan varian Delta dan membalikkan resesi ekonomi. Keberuntungan kawasan ini seolah berbalik setelah tahun 2020 banyak negara Asia Pasifik berhasil mengendalikan Covid-19.

Mattoo berujar, penyakit ini akan menimbulkan kerusakan perekonomian yang lama dan mungkin akan terus ada. Dalam jangka pendek, pandemi yang masih berlanjut akan memperpanjang kesulitan manusia dan ekonomi jika tidak dapat beradaptasi.

Sementara dalam jangka panjang, Covid-19 mengurangi pertumbuhan dan memperbesar kesenjangan, kecuali jika negara-negara tersebut dapat mengatasi dampaknya dan memanfaatkan peluang yang tercipta oleh pandemi.

"Kebijakan yang diciptakan harus membantu para pelaku ekonomi untuk beradaptasi hari ini dan membuat pilihan yang mencegah terjadinya perlambatan dan disparitas ekonomi di kemudian hari," ucap Mattoo.


Pemulihan yang belum merata di kawasan Asia Pasifik membuat Bank Dunia menurunkan proyeksi ekonomi. Saat ekonomi China tumbuh 8,5 persen tahun ini seperti yang diperkirakan, negara lain diperkirakan akan tumbuh lebih lambat sekitar 2,5 persen, bukan 4,4 persen.

Pemulihan yang tidak merata tecermin dari kondisi kerja industri. Di China, Vietnam, dan Indonesia telah mencapai tingkat pra pandemi. Tapi di Kamboja, Malaysia, dan Mongolia baru mencapai tingkat pra pandemi pada tahun 2022.

Bahkan di Myanmar, Filipina, dan Thailand serta banyak negara lainnya, pertumbuhan ekonomi tetap akan tetap berada di bawah tingkat pra pandemi hingga tahun 2023.

"Penyerapan tenaga kerja menurun, angka kemiskinan akan bertahan, dan kesenjangan akan meningkat. Rumah tangga yang lebih miskin memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk kehilangan penghasilan dan terpaksa menjual aset produktif," pungkas Matto.

Khusus Indonesia, Bank Dunia memproyeksi tahun 2022 mencapai 5,2 persen dan tahun 2023 mencapai 5,1 persen.

https://money.kompas.com/read/2021/09/28/140533326/bank-dunia-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-ri-2021-jadi-37-persen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.