Salin Artikel

Target Pendapatan Negara Naik Jadi Rp 1.846,1 Triliun pada 2022

Target tersebut naik tipis Rp 5,4 miliar dari semula yang ditetapkan dalam RAPBN 2022 sebesar Rp 1.840,7 triliun.

Adapun bila dibandingkan dengan outlook pendapatan negara tahun ini yang sebesar Rp 1.735,7 triliun, maka naik 6,3 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, target pendapatan negara di tahun depan itu akan bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.510 triliun. Target ini naik dari rencana semula yang sebesar Rp 1.506,9 triliun.

Selain itu, pendapatan akan berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 335,6 triliun, atau naik dari rencana awal yang sebesar Rp 333,2 triliun.

Ia menjelaskan, untuk mencapai target penerimaan itu, pemerintah telah mempertimbangkan berbagai faktor perekonomian.

Seperti kondisi sektoral, iklim investasi, daya saing usaha dalam menakar basis perpajakan, serta kapasitas masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

“Di sisi lain, kontribusi PNBP terhadap APBN akan terus dioptimalkan dengan pengelolaan yang semakin membaik,” ujarnya dalam dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (30/9/2021).

Selain itu, lanjut Sri Mulyani, peran PNBP sebagai instrumen kebijakan sektoral melalui fungsi regulatory, juga akan didorong terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi, investasi, serta pelayanan kepada masyarakat.

Belanja negara naik

Di sisi lain, kenaikan target pendapatan di tahun depan, seiring pula dengan kenaikan belanja negara. Pemerintah mengalokasikan belanja negara sebesar Rp 2.714,2 triliun pada 2022, naik dari rencana semula sebesar Rp 2.708,7 triliun.

Belanja negara tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.944.5 triliun, naik dari rancangan semula sebesar Rp 1.938,3 triliun. Serta mencakup transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 769,6 triliun, turun dari rencana awal Rp 770,4 triliun.

Menurut Sri Mulyani, belanja negara dialokasikan untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi yang dilakukan secara simultan dengan upaya reformasi struktural.

“Berbagai program penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan perekonomian masih akan berlanjut agar dapat menstimulasi perekonomian, sehingga target penyelesaian program-program prioritas nasional dapat tetap tercapai,” jelas dia.

Sementara itu, terkait TKDD tahun depan akan diarahkan untuk penguatan kualitas desentralisasi fiskal dan peningkatan kualitas pelaksanaan guna mendukung kinerja daerah, serta untuk mengentaskan kemiskinan.

"Selain itu untuk memajukan perekonomian desa, dan mengatasi kesenjangan pembangunan antardesa," pungkas Sri Mulyani.

https://money.kompas.com/read/2021/09/30/220622126/target-pendapatan-negara-naik-jadi-rp-18461-triliun-pada-2022

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kilang Pertamina Internasional Gandeng TPPI Tekan Impor Petrokimia

Kilang Pertamina Internasional Gandeng TPPI Tekan Impor Petrokimia

Whats New
Mengenal Won,  Mata Uang Korea Selatan Lebih Dekat

Mengenal Won, Mata Uang Korea Selatan Lebih Dekat

Spend Smart
Cara Bayar PDAM di ATM Bank Mega dan Aplikasi M-Smile

Cara Bayar PDAM di ATM Bank Mega dan Aplikasi M-Smile

Spend Smart
1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

Whats New
Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Spend Smart
Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Spend Smart
Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Whats New
Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Spend Smart
ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

Whats New
Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Whats New
Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Spend Smart
Resolusi Awal Tahun, 10 Cara 'Financially Fit' dengan Atur Gaji Bulanan

Resolusi Awal Tahun, 10 Cara "Financially Fit" dengan Atur Gaji Bulanan

Work Smart
Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.