Salin Artikel

Seaplane untuk Wisata Indonesia

Indonesia memiliki banyak lokasi unggulan wisata air antara lain di pulau Bali, Lombok, Wakatobi, Danau Toba, Raja Ampat, Derawan, Labuan Bajo dan lain lain.

Bagaimana caranya mengembangkan wisata air untuk menjadi lebih menarik dan lebih atraktif kiranya perlu dicarikan jalan keluarnya. Salah satu yang tengah ditempuh belakangan ini adalah dengan mencoba meningkatkan lagi penggunaan Amphibious Aircraft atau Seaplane.

Sayangnya regulasi yang memadai khususnya untuk pengoperasian Seaplane di Indonesia masih belum ada. Kemenhub konon tengah berusaha merancang regulasi tersebut agar pengembangan wisata air di tanah air dapat menjadi salah satu sektor unggulan pariwisata Indonesia.

Seaplane sebenarnya sudah cukup banyak digunakan di Nusantara pada tahun 1940-an sampai dengan tahun 1950-an. Sayangnya sekarang ini penggunaan Seaplane , walau masih ada jumlah nya sangat terbatas. Dipastikan penggunaan Seaplane di Indonesia sebagai sebuah negara luas dan berbentuk kepulauan akan sangat bermanfaat.

Pemerintah Hindia Belanda sampai dengan tahun 1949 masih secara intensif menggunakan pesawat Seaplane untuk penerbangan antar pulau yang diselenggarakan oleh KLM Interinsulair Bedrijf. Kurang jelas apa sebenarnya yang menjadi penyebab, sejak tahun 1970-an secara pelahan dan pasti pengoperasian Pesawat Amphibi di Indonesia berkurang dan bahkan sudah nyaris tidak terdengar lagi.

Pusat Studi Air Power Indonesia pada pertemuan bulanan minggu lalu dengan format webinar telah coba mengangkat masalah ini untuk memperoleh informasi lebih jauh. Salah satu nara sumber adalah seorang pilot Seaplane berkebangsaan Perancis yang berpengalaman menerbangkan Seaplane.

Sang Pilot selama bertahun tahun menerbangkan Seaplane untuk pelayanan turis di Australia khusus nya di Kawasan Pelabuhan Alam Sydney Harbour yang terkenal itu. Banyak hal yang diceritakan dari pengalamannya, bahwa ternyata pengoperasian Seaplane bagi pelayanan turis adalah sangat bermanfaat.

Operasional Seaplane di Australia khususnya di Sydney dikelola dengan sangat sederhana dan memudahkan. Itu sebabnya maka wisata air di Australia menjadi sangat maju. Tingkat kecelakaan pesawat Seaplane sangat rendah dan minat para turis untuk menggunakan Seaplane selalu meningkat setiap tahunnya.

Salah satu komentar sang pilot tentang bagaimana apabila Seaplane untuk turis di operasikan di Indonesia, dia amat optimis akan sangat meningkatkan minat turis datang ke Indonesia. Dikatakannya bahwa Indonesia memiliki banyak lokasi wisata air yang sangat menarik. Wisata air di Indonesia dengan memanfaatkan Seaplane akan jauh lebih menarik dibanding dengan Australia.

Dalam webinar tersebut juga terungkap bahwa pengorganisasian dalam mengelola Seaplane di Australia dikelola dengan sangat praktis dan dengan cara yang memudahkan. Atas dukungan pemerintah Australia, misalnya maka kolom udara di Kawasan Sydney Harbour dalam batas tertentu, sampai ketinggian 1000 – 1500 kaki didelegasikan secara penuh untuk pariwisata.

Dalam hal ini tentu saja pengaturan penerbangan Seaplane tetap diberlakukan standar keselamatan penerbangan Internasional dengan pembatasan jumlah pesawat yang beroperasi.

Dari catatan pengalaman penerbangan Seaplane di Kawasan wisata Australia tercatat sangat sedikit terjadinya kecelakaan. Pada intinya adalah pengelolaan dalam kerjasama biro pariwisata dan pihak pengelola penerbangan lokal harus berada ditangan mereka yang kompeten dan profesional.

Pada pengembangan penggunaan Seaplane di lokasi wisata air di Indonesia, kerja sama dari instansi terkait pasti dibutuhkan. Setidaknya otoritas penerbangan nasional, dalam hal ini Kementrian perhubungan dan dinas pariwisata daerah serta instansi terkait lainnya perlu mempersiapkan diri.

Kita memiliki cukup banyak lokasi wisata air yang pasti akan menjadi lebih menarik dengan di operasikannya Seaplane disitu. Untuk beberapa daerah tertentu yang lokasinya berdekatan seperti Bali, Lombok dan Labuan Bajo, maka selain penerbangan lokal, akan berkembang pula penerbangan point to point antar lokasi menggunakan Seaplane.

Tantangannya adalah terutama pada aspek koordinasi antar instansi di pusat dan daerah yang akan menentukan keberhasilan pengembangan wisata air menggunakan Seaplane. Semoga Sukses !

https://money.kompas.com/read/2021/10/01/124000326/seaplane-untuk-wisata-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.