Salin Artikel

September 2021, BPS Catat Nilai Tukar Petani dan Harga Gabah Naik

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Adapun semakin tinggi NTP, maka secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, kenaikan NTP itu dikarenakan naiknya indeks harga hasil produksi pertanian pada September 2021, sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun untuk keperluan produksi pertanian, mengalami penurunan.

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di 34 provinsi di Indonesia pada September 2021, NTP secara nasional naik 0,96 persen dibandingkan NTP Agustus 2021," ujarnya dalma konferensi pers virtual, Jumat (1/10/2021).

Ia mengatakan, peningkatan NTP dipengaruhi oleh tiga subsektor, yakni subsektor tanaman pangan yang naik 1,14 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,12 persen, dan subsektor perikanan naik 0,40 persen.

Sebaliknya, subsektor tanaman hortikultura justru mengalami penurunan sebesar 1,35 persen dan subsektor peternakan turun sebesar 0,49 persen.

Sejalan dengan naiknya NTP, BPS juga mencatat sepanjang September 2021 harga gabah mengalami kenaikan, baik di tingkat petani maupun di penggilingan. Begitu pula pada harga beras yang cenderung meningkat.

Harga gabah kering panen (GKP) ditingkat petani mengalami kenaikan sebesar 2,25 persen menjadi Rp 4.548 per kilogram, sedangkan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.649 per kilogram atau naik 2,28 persen.

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani tecatat naik 0,19 persen menjadi sebesar Rp 5.048 per kilogram, sedangkan di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.164 per kilogram atau naik 0,32 persen.

Di sisi lain, harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan turut meningkat 0,52 persen menjadi sebesar Rp 8.962 per kilogram. Namun beras kualitas premium mengalami penurunan harga 0,46 persen menjadi sebesar Rp 9.456 per kilogram.

"Jadi untuk gabah petani atau GKP pada September 2021 ini, harganya naik 2,25 persen dibandingkan Agustus 2021. Sementara Agustus terhadap Juli 2021 itu naik 3,19 persen. Jadi September ini kenaikannya lebih rendah dari kenaikan bulan lalu," jelas Margo.

Untuk diketahui, survei harga produsen gabah selama September 2021 dilakukan terhadap 1.734 observasi transaksi penjualan gabah di 29 provinsi. Sementara survei harga produsen beras dilakukan terhadap 1.155 observasi beras di penggilingan pada 886 perusahaan di 31 provinsi.

https://money.kompas.com/read/2021/10/01/143639826/september-2021-bps-catat-nilai-tukar-petani-dan-harga-gabah-naik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online hingga Rp 10 Juta

Whats New
Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.