Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jadi Alat Orang Kaya dan Politisi Sembunyikan Harta, Apa itu Perusahaan Cangkang?

Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) di dalam publikasi mereka menyebut Pandora Papers sebagai tsunami data yang mengungkap 11,9 juta rekam data dari 14 perusahaan offshore yang berbeda.

Bocoran data dalam Pandora Papers mengungkap rekam jejak elite dunia memanfaatkan wilayah atau negara surga pajak (tax havens) untuk membeli properti atau menyembunyikan aset mereka.

Dengan demikian, mereka bisa melakukan penghindaran kewajiban membayar pajak.

Setidaknya hingga saat ini, 11,9 juta data tersebut menyebut 330 nama politisi, 130 miliarder yang ada di daftar Forbes, selebriti, pelaku tindak kejahatan penipuan hingga keluarga kerajaan.

Para figur publik ini membentuk shell company atau perusahaan cangkang tanpa karyawan serta tanpa kantor fisik.

Sebenarnya apa itu perusahaan cangkang atau shell company?

Dikutip dari Investopedia, perusahaan cangkang adalah perusahaan yang dibentuk secara sengaja tanpa menjalankan operasi bisnis yang sebenarnya.

Keberadaan perusahaan tersebut hanya sekadar nama saja yang terdaftar di sebuah negara tax haven atau negara dengan tingkat kerahasiaan tinggi.

Bentuk perusahaan semacam ini tak sepenuhnya ilegal, namun mereka biasanya digunakan untuk hal-hal yang nyaris melanggar hukum.

Misalnya saja, dalam kasus seperti yang disebutkan dalam Pandora Papers, perusahaan cangkang dimanfaatkan untuk membeli aset atau menutupi bisnis yang sebenarnya dijalankan oleh sebuah perusahaan raksasa atau orang-orang berpengaruh.

Sehingga, bisa dikatakan perusahaan cangkang adalah alat bagi orang kaya atau perusahaan besar untuk menutupi harta kekayaan yang sebenarnya dengan salah satu alasannya yakni menghindari pembayaran pajak.

Pejabat RI yang miliki perusahaan cangkang

Pada Pandora Papers, ada dua nama politisi Indonesia yang disebut, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Nama Luhut sebelumnya sempat disinggung juga dalam Panama Papers. Kala itu, Luhut masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dikutip dari Kompas.com, Luhut berdasarkan hasil investigasi yang dimuat di majalah Tempo, tercatat sebagai Direktur Mayfair International Ltd yang terdaftar di Seychelles.

Sementara itu, dikutip dari Kontan, nama Sandiaga Uno juga tercatat dalam Panama Papers.

Ia yang merupakan Cawapres di Pilpres 2019 dan kini menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diberitakan memiliki 3 perusahaan offshore di British Virgin Islands.

Sandiaga memiliki Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd. Ada juga nama-nama yang selama ini memang dicari penegak hukum, yaitu pengusaha minyak yang namanya sering dikaitkan dengan Petral Muhammad Riza Chalid.

Nama lain di Panama Papers adalah pengusaha properti Djoko S. Tjandra yang belakangan mendekam di penjara karena menyuap jenderal polisi, Irjen Napoleon Bonaparte.

https://money.kompas.com/read/2021/10/05/101621526/jadi-alat-orang-kaya-dan-politisi-sembunyikan-harta-apa-itu-perusahaan

Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Iuran BPJS Kesehatan lewat BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Gaji Tinggi Eko Darmanto, Eks Kepala Bea Cukai DIY yang Diciduk KPK

Gaji Tinggi Eko Darmanto, Eks Kepala Bea Cukai DIY yang Diciduk KPK

Whats New
Kereta Cepat Whoosh Sudah Digunakan oleh 718.000 Penumpang

Kereta Cepat Whoosh Sudah Digunakan oleh 718.000 Penumpang

Whats New
3 Perusahaan Gas Teken Perjanjian Jual Beli untuk Pasok Industri di Aceh dan Sumut

3 Perusahaan Gas Teken Perjanjian Jual Beli untuk Pasok Industri di Aceh dan Sumut

Whats New
Apa Itu Asuransi: Pengertian, Unsur, Manfaat, dan Jenisnya

Apa Itu Asuransi: Pengertian, Unsur, Manfaat, dan Jenisnya

Earn Smart
Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita dan Contohnya

Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita dan Contohnya

Whats New
Rekrutmen Tamtama dan Bintara TNI AL 2024 Dibuka, Simak Persyaratannya

Rekrutmen Tamtama dan Bintara TNI AL 2024 Dibuka, Simak Persyaratannya

Work Smart
Luncurkan Iklan Terbaru, Sido Muncul Promosikan Pariwisata Indonesia ke Dunia Internasional

Luncurkan Iklan Terbaru, Sido Muncul Promosikan Pariwisata Indonesia ke Dunia Internasional

BrandzView
Perkuat Vokasi Standar Eropa, Kemenperin Gandeng Mitra Jerman dan Swiss

Perkuat Vokasi Standar Eropa, Kemenperin Gandeng Mitra Jerman dan Swiss

Whats New
Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Daftar UMK Kota Bandung 2024 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Work Smart
Cek Promo 12.12 KAI, Beli Tiket Kereta Api Dapat Diskon 20 Persen

Cek Promo 12.12 KAI, Beli Tiket Kereta Api Dapat Diskon 20 Persen

Whats New
Tinggalkan Dollar AS, Transaksi Indonesia dan Korea Selatan Gunakan Rupiah dan Won Mulai 2024

Tinggalkan Dollar AS, Transaksi Indonesia dan Korea Selatan Gunakan Rupiah dan Won Mulai 2024

Whats New
Cara Transfer BSI ke BRI, BCA, BNI, dan Mandiri via BI Fast

Cara Transfer BSI ke BRI, BCA, BNI, dan Mandiri via BI Fast

Spend Smart
Keluh Kesah Bos Pizza Hut Usahanya Terimbas Gerakan Boikot Produk Israel

Keluh Kesah Bos Pizza Hut Usahanya Terimbas Gerakan Boikot Produk Israel

Whats New
10 Saham Paling Cuan Pekan Ini, Ada Dua Emiten Prajogo Pangestu hingga Kimia Farma

10 Saham Paling Cuan Pekan Ini, Ada Dua Emiten Prajogo Pangestu hingga Kimia Farma

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke