Salin Artikel

IHSG Ditutup Menguat, Investor Asing Borong BBRI, BMRI, dan BBCA

Melansir data RTI, IHSG ditutup pada level 6.486,26 atau naik 26,5 poin (0,41 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level 6.459,69.

Sebanyak 233 saham melaju di zona hijau dan 279 saham di zona merah. Sedangkan 151 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 18,8 triliun dengan volume 23,9 miliar saham.

Investor asing mencatatkan beli bersih tertinggi pada saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar Rp 470,8 miliar. Adapun BBRI menguat 0,9 persen di level Rp 4.220 per saham, dengan volume transaksi 240,7 miliar saham dan total transaksi Rp 1 triliun.

Saham Bank Mandiri (BMRI) yang juga mencatatkan net buy tertinggi setelah BBRI yaitu Rp 329,6 miliar. Sepanjang hari ini BMRI mencatat total transaksi sebesar Rp 666,3 miliar dengan volume 95,4 juta saham. BMRI sore ini naik 1,4 persen di level Rp 7.000 per saham.

Selain itu, saham Bank Central Asia (BBCA) juga mencatatkan net buy tertinggi setelah BBRI dan BMRI, senilai Rp 133,2 miliar. BBCA sore ini menguat 0,9 persen di level Rp 36.600 per saham dengan total transaksi sebesar Rp 663,6 miliar dengan volume 18,2 juta saham.

Sementara itu, saham Capital Financial Indonesia (CASA) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) sore ini masih mencatatkan aksi jual bersih tertinggi masing-masing Rp 310,3 miliar dan Rp 82,2 miliar. CASA berada di level Rp 420 per saham, sementara BBNI stagnan di level Rp 6.400 per saham.

Top gainer sore ini antara lain saham PT PP (Persero) (PTPP) yang meroket 6,8 persen di level Rp 1.255 per saham. Kemudian, saham Wijaya Karya (WIKA) yang melesat 6,5 persen di level Rp 1.390 per saham. Saham Adhi Karya (ADHI) juga menguat 4,5 persen di level Rp 1.140 per saham.

Sedangkan top losers sore ini antara lain saham Matahari Putra Prima (MPPA) yang ambles 6,4 persen di level Rp 655 per saham. Selanjutnya, saham Bank Neo Commerce (BBYB) juga terperosok 6,39 persen di level Rp 1.245 per saham. Kemudian, saham Bukalapak (BUKA) tergelincir 6,37 persen di level Rp 735 per saham.

Di sisi lain, indeks Asia sore ini mayoritas merah, dengan penurunan indeks Nikkei 0,94 persen, Hang Seng Hong Kong 1,43 persen, Strait Times 0,37 persen, dan Shanghai Komposit 1,25 persen.

Sementara itu, bursa saham Eropa sore ini juga merah, dengan penurunan indeks FTSE 0,82 persen, dan Xetra Dax 0,84 persen.

Adapun pada penutupan perdagangan di pasar spot, mata uang garuda ditutup melemah. Berdasarkan Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 14.218 per dollar AS atau turun 10 poin (0,07 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.208 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2021/10/12/153447926/ihsg-ditutup-menguat-investor-asing-borong-bbri-bmri-dan-bbca

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Work Smart
Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

DPR Sahkan UU PPP, Buruh Ancam Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa

Whats New
Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Bisakah Luhut Atasi Permasalahan Minyak Goreng di RI dalam 2 Minggu?

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Anak Usaha Kimia Farma Buka 5 Lowongan Kerja untuk D-3 dan S-1, Ini Posisi yang Dicari

Work Smart
Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Cek Tingkat Imbalan 6 Seri Sukuk Negara yang Dilelang Pekan Depan

Earn Smart
Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Bahlil: Ekspor Listrik Dilarang, Sebentar Lagi Kami akan Buat Aturannya

Whats New
IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

IKN Ditawarkan Dalam Pertemuan WEF, Bahlil: Kalau Minat Investasi Ada, Tapi Eksekusinya Belum

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.