Salin Artikel

Stok Pupuk Bersubsidi di Jateng Dipastikan Aman Selama Musim Tanam Kedua

KOMPAS.com – Menjelang pelaksanaan musim tanam kedua yang berlangsung pada Oktober 2021 hingga Maret 2022, Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok pupuk bersubsidi di Jawa Tengah (Jateng) aman.

Disebutkan PT Pupuk Indonesia, stok pupuk bersubsidi di Jateng saat ini sudah sesuai alokasi. Ketersediaan pupuk ini nantinya akan dimanfaatkan pada musim tanam kedua.

Per 7 Oktober 2021, jumlah stok pupuk bersubsidi yang berada di lini pertama dua dan lini tiga berjumlah 125.400 ton.

Adapun rinciannya adalah pupuk Urea sebanyak 79.919 ton, Nitrogen Phosphate Kalium (NPK) Phonska sebanyak 16.373 ton, Super Phosphate-36 (SP-36) sebanyak 9.515 ton, Zvavelvuure Ammonium (ZA) sebanyak 6.918 ton, dan organik sebanyak 17.750 ton.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, pupuk merupakan salah satu komponen penting bagi petani dalam mengembangkan budi daya pertanian.

“Untuk itu, Kementan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan petani agar ketersediaan pupuk mencukupi,” kata SYL dalam keterangan per resminya, dikutip Kompas.com, Rabu (13/10/2021).

Ia melanjutkan, Kementan bahkan sudah memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi cukup untuk para petani.

“Kami memahami betul bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi di kalangan petani ini sangat tinggi,” tuturnya.

Menimpali pernyataan SYL, Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil berpesan agar para petani menggunakan pupuk bersubsidi secara bijak.

Sebab, kata dia, apabila pupuk digunakan secara bijak dan berimbang, produktivitas pertanian dipastikan bisa bertahan.

“Jika pupuk sudah digunakan dengan baik, otomatis produktivitas meningkat kendati alokasi pupuk bersubsidi pada 2021 tidak sebanyak permintaan petani,” ucap Ali.

Menurutnya, pupuk bersubsidi diberikan untuk mengenalkan petani cara penggunaan pupuk secara baik dan benar.

"Subsidi hanya untuk merangsang petani kita dan memperkenalkan cara menggunakan pupuk yang baik. Apakah subsidi atau tidak subsidi, bukan itu persoalannya, tapi apakah margin keuntungan lebih besar," ujar Ali.

Lebih lanjut, dia menegaskan, pupuk merupakan kebutuhan mendasar agar budi daya pertanian berkembang dengan baik.

"Kami tidak ingin ada pertanian yang terkendala, sehingga ketahanan pangan juga bisa terjaga," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal (Ditjen) PSP Kementan Muhammad Hatta menyebutkan, dengan pemupukan yang baik, produktivitas hasil pertanian juga dapat dipastikan meningkat.

"Pupuk ini juga erat kaitannya dengan peningkatan produktivitas pertanian. Pemupukan yang baik akan berpengaruh besar terhadap hasil panen petani," ujarnya.

https://money.kompas.com/read/2021/10/13/205716326/stok-pupuk-bersubsidi-di-jateng-dipastikan-aman-selama-musim-tanam-kedua

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.