Salin Artikel

Sri Mulyani Soroti Rendahnya Realisasi Belanja Pemprov DIY

Padahal, penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di wilayah tersebut menjadi yang paling tinggi dibanding provinsi lain.

Bendahara negara ini merinci, penyaluran TKDD Yogyakarta oleh pemerintah pusat sudah 76,5 persen. Namun, realisasi belanja APBD Yogyakarta masih belum signifikan sehingga selisih antara pendapatan dan belanja menjadi tinggi yakni 20,39 persen.

"Untuk perbandingan pendapatan dan belanja di berbagai provinsi, untuk beberapa daerah yang sudah mendapatkan transfer dari pemerintah pusat namun belum belanja, yang terbesar adalah DIY," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (26/10/2021)

Sementara itu, selisih terkecil antara realisasi pendapatan dan belanja negara adalah Sulawesi Tenggara. Sri Mulyani mencatat, selisih di wilayah tersebut hanya 0,62 persen.

Namun hal ini bukan berarti Sulawesi Tenggara sudah merealisasikan belanja dengan baik. Rendahnya selisih terjadi lantaran wilayah tersebut belum memenuhi syarat salur TKDD sehingga pemerintah pusat menahan dana penyaluran.

Terlihat, realisasi penyaluran TKDD di Sulawesi Tenggara baru 66,1 persen, berada di bawah rata-rata nasional yang sebesar 69,15 persen.

"Untuk Sulawesi tenggara paling kecil bukan karena mereka belanja lebih baik, namun transfer (TKDD) lebih rendah sebab belum memenuhi beberapa syarat," beber dia.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Ani ini menjelaskan, serapan belanja yang belum optimal turut berdampak pada tingginya nilai simpanan di bank.

Hingga akhir September 2021, simpanan Pemda di bank kembali melonjak mencapai Rp 194,12 triliun. simpanan dana pemda itu naik Rp 15,16 triliun atau 8,47 persen dari posisi Agustus 2021.

Bahkan, simpanan dana ini lebih tinggi dibanding bulan Juni, yang kala itu tembus Rp 190 triliun.

"Dua bulan sebelumnya, Juli-Agustus sudah menurun Rp 173 triliun atau Rp 178 triliun. Sekarang naik lagi di Rp 194,2 triliun," beber Ani.

Secara total, belanja APBN hingga September 2021 terkontraksi -2,11 persen, sekitar Rp 603,57 triliun dari pagu anggaran Rp 1.217,74 triliun. Realisasi belanja Pemda yang mendekati akhir tahun ini baru mencapai 49,56 persen.

Berdasarkan fungsi, belanja kesehatan dan belanja perlindungan sosial menurun sebesar minus 3,7 persen (yoy) dan minus 27,4 persen (yoy). Belanja kesehatan baru mencapai 95,36 triliun atau Rp 7,8 persen terhadap APBD. Sementara belanja perlindungan sosial baru Rp 6,67 triliun atau 0,5 persen terhadap APBD.

Hal ini jelas berbanding terbalik dengan realisasi program PEN pemerintah pusat. Untuk klaster kesehatan dalam program tersebut misalnya, realisasi sudah mencapai 54,3 persen atau Rp 116,82 triliun dari pagu Rp 214,96 triliun.

"Ini sangat kontras dengan belanja pemerintah bidang kesehatan yang justru melonjak sangat tinggi di tingkat pusat," pungkas Ani.

https://money.kompas.com/read/2021/10/26/090100326/sri-mulyani-soroti-rendahnya-realisasi-belanja-pemprov-diy

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isu TMII Terbengkalai, Sandiaga Uno: Sedang Ditata Ulang

Isu TMII Terbengkalai, Sandiaga Uno: Sedang Ditata Ulang

Whats New
Cara Cek Tiket Vaksin Booster di Aplikasi dan Laman PeduliLindungi

Cara Cek Tiket Vaksin Booster di Aplikasi dan Laman PeduliLindungi

Whats New
[POPULER MONEY] Luhut Ungkap Jakarta Berpotensi PPKM Level 3 | Golongan Tarif Listrik yang Bakal Lebih Mahal

[POPULER MONEY] Luhut Ungkap Jakarta Berpotensi PPKM Level 3 | Golongan Tarif Listrik yang Bakal Lebih Mahal

Whats New
Mengapa Kasus Omicron Meningkat? Ini Kata Sri Mulyani

Mengapa Kasus Omicron Meningkat? Ini Kata Sri Mulyani

Whats New
Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.