Salin Artikel

Meninves Bahlil Akui Tak Mudah Bujuk UEA Untuk Investasi di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku cukup sulit merayu agar Uni Emirat Arab (UEA) mau berinvestasi di Indonesia.

Tak heran, peringkat investasi UEA ke Indonesia masih berada di urutan terbawah.

Kendati demikian, berkat komunikasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah UEA maupun pengusahanya pada akhirnya mau mengeluarkan dananya untuk berinvestasi ke Tanah Air.

"Memang enggak gampang itu meyakinkan orang Arab ini (berinvestasi ke Indonesia), enggak gampang jujur saja. Tapi kita harus mempunyai satu strategi yang harus ada chemistry. Hubungan baik raja di Uni Emirat Arab dengan Bapak Presiden, Pak Jokowi itu hubungannya erat sekali," ujar Bahlil melalui keterangan pers virtualnya, Kamis (11/11/2021).

"Komunikasinya sangat dalam sekali. Komitmen pengusaha-pengusahanya ini juga bagus. Satu-satu kita datangin perusahaannya, kita bicara," sambung dia.

Bahlil bilang, investasi dari UEA ini baru berada di urutan 20-an. Namun, pemerintah sedang mengupayakan agar UEA bisa menjadi investor terbesar yang masuk dalam 10 besar.

UEA masih berada di urutan bawah karena aturan untuk berinvestasi ke Indonesia begitu sulit sehingga negara ini enggan berinvestasi.

"Kita lagi berusaha untuk jadi 5 besar. Awalnya memang aturan kita jujur saja berbelit-belit, jadi masalahnya bukan hanya dari mereka, kita pun juga bermasalah," ucap dia.

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi asal Persatuan Emirat Arab (PEA) di Indonesia pada Januari-September 2021 sebesar 7,8 juta dollar AS.

Sementara akumulasi realisasi investasi asal PEA di Indonesia tahun 2016-triwulan III 2021 mencapai 250,7 juta dollar dan berada pada peringkat ke-27.

Investasi asal PEA didominasi sektor Tanaman Pangan dan Perkebunan dengan total realisasi sebesar 109,0 juta dollar AS (43,5 persen), serta 71 persen total realisasi investasi PEA di Indonesia berlokasi di luar Pulau Jawa.

Berkat kunjungan Presiden didampingi beberapa menteri kabinetnya ke Dubai pada 4 November lalu, RI pulang membawa komitmen investasi senilai 44,6 miliar dollar AS atau setara Rp 636 triliun lebih saat kegiatan Forum Bisnis Indonesia-Persatuan Emirat Arab (PEA) .

Beberapa perusahaan yang hadir menyampaikan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia menambahkan perjanjian business-to-business (b to b) yang sudah dipertukarkan di depan pimpinan kedua negara.

Beberapa perusahaan yang menyampaikan komitmennya meliputi Al Dahra Group (dairy products), Yas Holding (agriculture), Emirates Global Alumunium (smelter alumunium), Damac Properties (properti), dan AMEA Power (energi terbarukan).

https://money.kompas.com/read/2021/11/11/154027026/meninves-bahlil-akui-tak-mudah-bujuk-uea-untuk-investasi-di-indonesia

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Pemerintah Ajukan Perubahan Postur APBN 2022, Begini Rinciannya

Whats New
Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Ini Upaya Super Indo jika Harga Daging dan Telur Mahal akibat Larangan Ekspor Gandum India

Whats New
Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Hindari Perceraian Dini, Simak 5 Tips Kelola Keuangan bagi Pasangan Milenial

Spend Smart
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.