Salin Artikel

Kebutuhan Gas Semakin Membesar, PGN Perkuat Infrastruktur dan Pasokan Gas Bumi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi bersih, hingga menuju zero emisi pada 2060 diproyeksi meningkatkan permintaan komoditas gas bumi.

Merespon hal tersebut, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berencana untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur perseroan.

"Sebagai proses dari rencana penguatan bisnis tersebut, PGN telah mengintegrasikan infrastruktur di Sumatra bagian Utara dan Tengah, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk meningkatkan keandalan dan fleksibilitas penyaluran gas ke seluruh segmen pasar," tutur Direktur Utama PGN, Muhamad Haryo Yunianto, dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021).

"Pembangunan infrastruktur yang semakin terintegrasi ini akan menjadi prioritas utama PGN," tambahnya.

Haryo menambahkan, beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang saat ini dikembangkan PGN salah satunya konstruksi pipa Senipah-Balikpapan, untuk mendukung Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, dengan memanfaatkan sumber gas bumi di Kalimantan Timur.

Proyek lainnya ialah memperkuat optimalisasi pipa Gresik-Semarang dengan infrastruktur non-pipa atau disebut beyond the pipe.

Saat ini, PGN juga dalam proses pembangunan proyek regasifikasi LNG dan mini LNG untuk memenuhi kebutuhan gas di beberapa lokasi di Indonesia bagian tengah dan timur, khususnya dalam penyediaan gas bagi pembangkit PLN.

"Sementara di segmen rumah tangga, PGN terus menjalin kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah merealisasikan program jaringan gas rumah tangga atau jargas," kata dia.

Sementara itu, Direktur Sales dan Operasi PGN Faris Aziz menyebutkan, volume penjualan gas bumi perseroan terus meningkat.

Hingga September 2021, volume penjualan gas bumi PGN sudah mencapai 873 BBTUD atau tumbuh 8 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Kemudian, saat ini PGN sedang dalam proses penyaluran gas ke kilang Balongan, Indramayu dan diproyeksikan sebanyak 30 BBTUD.

Menurut Fariz, pasokan gas ke refinery atau kilang minyak ini akan menjadi salah satu pendorong kenaikan volume gas PGN ke depan.

Perseroan memproyeksikan dalam 2-3 tahun ke depan kerjasama PGN dengan sejumlah refinery di Indonesia mampu menyerap gas hingga 350 BBTUD.

“Seiring bertambahnya supply yang diperoleh PGN, kami akan terus membuka pasar yang lebih luas bagi pengguna LNG," ucap Fariz.

Sebagai informasi, sampai dengan September 2021 PGN berhasil meraih pendapatan sebesar 2,25 miliar dollar AS atau Rp 32,04 triliun (kurs Rp14.243 per dollar AS), dengan laba bersih perseroan tercatat sebesar 286 juta dollar AS atau setara Rp 4,07 triliun.

https://money.kompas.com/read/2021/11/18/194958526/kebutuhan-gas-semakin-membesar-pgn-perkuat-infrastruktur-dan-pasokan-gas-bumi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.