Salin Artikel

IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Betah Melemah

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada Rabu (24/11/2021). Berbeda dengan mata uang garuda di pasar spot yang melemah.

Melansir RTI, IHSG berada pada level 6.683,27 atau naik 5,4 poin (0,08 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.677,87.

Sementara itu, terdapat 231 saham yang hijau, 279 saham merah dan 160 saham lainya stagnan. Jumlah transaksi hari ini mencapai Rp 13,4 triliun dengan volume 26,2 miliar saham.

Sore ini, Yulie Sekuritas Indonesia (YULE) catatkan aksi beli bersih tertinggi sebesar Rp 49,3 miliar. Saham YULE melesat 19,19 persen di level Rp 1.025 per saham. Adapun volume perdagangan YULE sepanjang hari ini adalah 58,8 juta saham dengan total transaksi Rp 52,1 miliar.

Net buy asing tertinggi juga dicatatkan oleh Jasa Marga (JSMR) sebesar Rp 20,2 miliar. JSMR melemah di level Rp 4.180 per saham atau turun 0,24 persen. JSMR mecatatkan total transaksi Rp 25,2 miliar dengan volume 6 juta saham.

Menyusul saham Bank Negara Indonesia (BBNI) yang juga catatkan aksi beli bersih tertinggi selanjutnya, sebesar Rp 13,9 miliar.

BBNI seharian ini naik 1,07 persen di level Rp 7.075 per saham. Total transaksi BBNI mencapai Rp 141,1 miliar dengan volume 19,9 juta saham.

Aksi jual bersih tertinggi hari ini antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) masing-masing sebesar Rp 130 miliar dan Rp 84 miliar. BBRI dan MTEL stagnan, masing – masing di level Rp 4.210 per saham, dan Rp 775 per saham.

Gainers hari ini, Saraswati Anugerah (SAMF) yang meroket 15,8 persen di level 1.280 per saham, Harum Energy (HRUM) juga melesat 6,2 persen di level Rp 9.800 per saham, kemudian Perusahaan Gas Negara (PGAS) yang menguat 4,2 persen di level Rp 1.610 per saham.

Losers hari ini, Allo Bank Indonesia (BBHI) yang terjun 5,12 persen di level Rp 6.950 per saham, Elang Mahkota Teknologi (EMTK) melemah 2,4 persen di level Rp 1.960 per saham, dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) di level Rp 8.425 per saham atau berkurang 2,03 persen.

Bursa Asia mayoritas hijau dengan kenaikan Strait Times Singapura 0,16 persen, Hang Seng Hong Kong 0,14 persen, dan Shanghai Komposit menguat 0,1 persen. Sementara itu Nikkei turun 1,5 persen.

Berdasarkan Bloomberg, di akhir perdagangan pasar spot rupiah ditutup melemah di level Rp 14.265 per dollar AS atau turun 8 poin (0,05 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.257 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2021/11/24/153804326/ihsg-ditutup-menguat-rupiah-betah-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPS Tinggal Sebulan, DJP: Lapor Harta Jangan Nunggu Akhir Bulan...

PPS Tinggal Sebulan, DJP: Lapor Harta Jangan Nunggu Akhir Bulan...

Whats New
Melesat 13,6 Persen, Berapa Uang Beredar di Indonesia Saat Ini?

Melesat 13,6 Persen, Berapa Uang Beredar di Indonesia Saat Ini?

Whats New
Menko Airlangga di WEF 2022 Singgung Pentingnya Pembiayaan untuk Ketahanan Kesehatan Global

Menko Airlangga di WEF 2022 Singgung Pentingnya Pembiayaan untuk Ketahanan Kesehatan Global

Whats New
CPNS Mengundurkan Diri Bisa Kena Denda, dari Puluhan Juta Rupiah Sampai Rp 100 Juta

CPNS Mengundurkan Diri Bisa Kena Denda, dari Puluhan Juta Rupiah Sampai Rp 100 Juta

Whats New
Mencermati Lonjakan Utang Indonesia ke China dari Tahun ke Tahun

Mencermati Lonjakan Utang Indonesia ke China dari Tahun ke Tahun

Whats New
Jelang KTT G20, PUPR Kebut Pekerjaan Penataaan Infrastruktur di Bali

Jelang KTT G20, PUPR Kebut Pekerjaan Penataaan Infrastruktur di Bali

Whats New
IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Saham BBNI, BBCA, dan BBRI Laris Diborong Asiang

IHSG Menguat pada Sesi I Perdagangan, Saham BBNI, BBCA, dan BBRI Laris Diborong Asiang

Whats New
IKN Dibangun Tahun Ini, Tim Komunikasi: Insya Allah on Schedule

IKN Dibangun Tahun Ini, Tim Komunikasi: Insya Allah on Schedule

Whats New
Jokowi Tekankan Kerja Sama Global Buat Mitigasi Bencana di Masa Depan

Jokowi Tekankan Kerja Sama Global Buat Mitigasi Bencana di Masa Depan

Whats New
Gandeng Prima, Nasabah Bank DKI Bisa Bertransaksi di Luar Negeri

Gandeng Prima, Nasabah Bank DKI Bisa Bertransaksi di Luar Negeri

Whats New
Hutan Terus Dibabat Demi Sawit, Ironinya Minyak Goreng Justru Mahal

Hutan Terus Dibabat Demi Sawit, Ironinya Minyak Goreng Justru Mahal

Whats New
Dalam Sepekan, JD.ID, LinkAja, dan Zenius Mem-PHK Karyawannya

Dalam Sepekan, JD.ID, LinkAja, dan Zenius Mem-PHK Karyawannya

Whats New
Jadi Agenda Presidensi G20, Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia Diharapkan Sasar Kota Besar

Jadi Agenda Presidensi G20, Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia Diharapkan Sasar Kota Besar

Whats New
Ini 3 Konglomerat Sawit RI yang Pilih Berkantor Pusat di Singapura

Ini 3 Konglomerat Sawit RI yang Pilih Berkantor Pusat di Singapura

Whats New
Daftar Negara Pemberi Utang ke Indonesia, Singapura Juaranya

Daftar Negara Pemberi Utang ke Indonesia, Singapura Juaranya

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.