Salin Artikel

"Rebranding", Men’s Republic Resmi Ganti Nama Jadi Republic

Kepada Kompas.com, pemilik merek Republic Yasa Singgih mengungkapkan, setelah menjalani berbagai tantangan, ia bertekad untuk bangkit dan melakukan rebranding produk.

“Dengan perusahaan yang baru ini kami merubah visi perusahaan yang awalnya punya banyak brand fashion, kami gabung jadi satu, dengan nama Republic,” jelas Yasa saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat (26/22/2021).

Rebranding Men’s Republic diumumkan di sosial media Instagram milik Yasa yaitu @yasasinggih dan juga @mensrepublicid.

Yasa menjelaskan, dengan dukungan pendanaan dari investor, ia bercita-cita ingin memajukan merek Republic layaknya LVMH, yang menaungi merek-merek seperti Louis Vuitton, Hermes, Christian Dior dan banyak lagi.

“Seperti apa kami ingin jadinya? Kami terinspirasi dari LVMH yang merupakan perusahaan luar yang mengelola banyak brand lifestyle seperti Louis Vuitton, Charles & Keith, Christian Dior seperti itu, tetapi ini versi Indonesia. Kami juga ingin membesarkan dan mengelola banyak brand Indonesia di pasar lokal maupun dunia,” kata dia.

Sebelumnya, Men’s Republic di bawah naungan PT Paramita Singgih. Tetapi setelah berganti nama menjadi Republic, brand tersebut akan berada di bawah PT. Fortius Distributions Indonesia. Perubahan tersebut lantaran masuknya investor dari luar negeri.

“Kalau WNA (warga negara asing) masuk itu kan harus menggunakan badan usaha PMA (Penanaman Modal Asing), enggak bisa lokal. Jadi kami bentuk perusahaan baru, menggunakan payung baru karena ada beberapa partner yang WNA,” ucap Yasa.

Di sisi lain, Republic juga mendapatkan investor institusi keuangan yang diyakni akan membantu perusahaan. Ia optimis strategi rebranding akan membawa perubahan yang positif bagi internal perusahaan dan juga eksternal.

“Nantinya semua produk lama yang dibuat tidak akan diproduksi lagi. Kami akan keluar dengan brand baru dengan nama Republic, yang tidak terbatas pada fashion pria saja, tapi juga wanita. Kami juga menyiapkan brand skin care dan beberapa brand lifestyle lainnya,” jelas dia.

Sebelumnya, melalui Instagram pribadinya, Yasa menceritakan bahwa brand yang ia bangun dari tahun 2011 terpaksa kandas lantaran adanya masalah internal, dari mulai logo, manajeman, hingga cash flow.

Meski begitu, Yasa  percaya kisah manis dan pahitnya di Men’s Republic bisa menjadi pelajaran berharga dalam membangun bisnis ke depan.

“Menurut saya di luar sana sudah terlalu banyak cerita sukses yang heroik. Ekosistem kita membutuhkan cerita penyeimbang, bahwa inilah hidup hadir sepaket. Bukan hanya ada kesuksesan tapi juga hadir dengan kegagalan,” tulis Yasa dalam Instagramnya.

https://money.kompas.com/read/2021/11/26/205243926/rebranding-mens-republic-resmi-ganti-nama-jadi-republic

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.