Salin Artikel

Men’s Republic Rebranding Jadi Republic, Apa Saja yang Baru?

JAKARTA, KOMPAS.com – Men’s Republic melakukan rebranding menjadi Republic, setelah mengumumkan penutupan operasional secara resmi.

Jika Men's Republic khusus menjual sepatu pria, Republic kini menjual produk dengan cakupan yang lebih luas.

Pemilik brand Men’s Republic Yasa Singgih menjanjikan Republic akan lebih lebih segar, relevan dengan jiwa anak muda, dan lebih kontemporer dibanding sebelumnya.

“Ke depannya semua produk lama yang dibuat tidak akan diproduksi lagi. Kami akan keluar dengan brand baru dengan nama Republic, yang tidak terbatas pada fashion pria saja, tapi juga Wanita. Kami juga menyiapkan brand skin care dan beberapa brand lifestyle lainnya,” jelas Yasa kepada Kompas.com, Jumat (26/11/2021).

Yasa menyebut, dengan dukungan investor, ia juga bisa mengembangkan berbagai macam produk lifestyle seperti yang saat ini tengah dilakukan, yakni pengembangan produk parfum dan skin care.

Namun, untuk mereknya masih belum bisa diumukan ke konsumen.

Di sisi lain, Republic yang telah mendapatkan pendanaan dari investor juga akan mengubah visi perusahaan yang awalnya punya banyak brand fashion.

Dukungan pendanaan dari investor juga diharapkan dapat memajukan brand Republic layaknya LVMH, yang menaungi merek-merek seperti Louis Vuitton, Hermes, Christian Dior dan banyak lagi, dengan versi Indonesia.

“Selain untuk mengubah besar-besaran Men’s Republic, dana ini juga akan digunakan untuk mengelola banyak brand lifestyle. Dengan partner, kami akan merubah visi perusahaan menjadi direct to consumer, fokus lewat digital, dan fokus ke lifestyle,” ujar Yasa.

Saat masih memakai nama Men’s Republic, merek tersebut berada di bawah naungan PT Paramita Singgih.

Begitu berganti menjafi Republic, berada di bawah PT Fortius Distributions Indonesia. 

Mereka mengganti perusahaan lantaran beberapa partner kerja merupakan WNA.

Seperti diketahui, melalui Instagram @yasasinggih, Yasa menceritakan bahwa brand yang ia bangun dari tahun 2011 terpaksa kandas.

Keputusan ini diambil lantaran adanya masalah internal, dari mulai logo, manajeman, hingga cash flow.

Alih-alih ingin menutup "borok" perusahaan, Yasa sangat percaya diri untuk membagikan kisah manis dan pahitnya di Men’s Republic, dengan tujuan agar menjadi pelajaran.

“Menurut saya di luar sana sudah terlalu banyak cerita sukses yang heroik. Ekosistem kita membutuhkan cerita penyeimbang, bahwa inilah hidup hadir sepaket. Bukan hanya ada kesuksesan tapi juga hadir dengan kegagalan,” tulis Yasa dalam Instagramnya.

https://money.kompas.com/read/2021/11/27/102000526/men-s-republic-rebranding-jadi-republic-apa-saja-yang-baru-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.