Salin Artikel

Awal Sesi, IHSG dan Rupiah Melemah

Melansir data RTI, pukul 09.09 WIB, IHSG berada pada level 6.505,84 atau turun 55,7 poin (0,85 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.561,55.

Sebanyak 93 saham melaju di zona hijau dan 366 saham di zona merah. Sedangkan 126 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 1,5 triliun dengan volume 2,3 miliar saham.

Bursa Asia merah dengan penurunan Hang Seng Hong Kong 0,29 persen, Nikkei 0,18 persen, Shanghai Komposit 0,41 persen, dan Strait Times melemah 0,77 persen.

Wall Street pada penutupan Jumat pekan lalu merah dengan penurunan index Dow Jones Industrial Average (DJIA) 2,53 persen, S&P 500 melemah 2,27 persen, dan index acuan saham teknologi Nasdaq turun 2,23 persen.

Sebelumnya, Pasar saham masih dibayangi kekhawatiran terhadap varian baru virus Covid-19, Omicron. Akhir pekan lalu, bursa saham di berbagai negara bergerak di zona merah.

“Pandemi dan varian Covid-19 masih menjadi ancaman utama bagi pasar dan berpotensi memicu ketidakpastian hingga tahun depan,” kata Co-chief Investment Officer Truist Advisory Service Keith Lerner seperti dikutip dari CNN, Minggu (28/11/2021).

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir Bloomberg, pukul 09.03 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.358 per dollar AS, atau atau turun 1 poin (0,01 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 14.358 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pasar masih memperhatikan kelanjutan revisi UU Cipta Kerja lantaran ada potensi pembatalan yang menimbulkan ketidakpastian di dunia usaha.

"Rupiah masih mendapatkan sentimen negatif dari peristiwa ini. Namun, rupiah masih berpotensi menguat dengan meredanya kekhwatiran pasar terhadap dampak varian baru Covid-19 Omicorn," kata Ariston kepada Kompas.com.

Sejumlah penelitian melihat, varian baru Covid-19 Omicorn memiliki tingkat penularannya tinggi, namun hanya menimbulkan gejala ringan.

"Pasar juga terlihat berhati-hati melihat perkembangan kasus Covid-19 ini dan lonjakan kasus di Eropa yang memicu lockdown," tambah dia.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak pada kisaran Rp 14.300 per dollar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.370 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

https://money.kompas.com/read/2021/11/29/093552026/awal-sesi-ihsg-dan-rupiah-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.