Salin Artikel

Mengejar Target Pertumbuhan Ekonomi 2021

Kita patut bersyukur pada kuartal III 2021 pertumbuhan ekonomi masih masuk zona positif, tumbuh 1,55 persen dibanding kuartal II 2021, dan 3,51 persen dibanding kuartal III 2020. Sehingga ekonomi kita secara akumulatif tumbuh 3,24 persen selama tiga kuartal ini.

Meskipun ekonomi Indonesia tumbuh 3,24 persen, namun kita belum merasa aman dengan situasi sekarang. Kita bertahap ekonomi Indonesia secara akumulatif bisa tumbuh minimal 4 persen pada tahun 2021. Modal 4 persenan ini sebagai jembatan kita untuk mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 5,2 persen sesuai target APBN 2022.

Bila realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2021 dengan target pertumbuhan ekonomi tahun 2022 rentangnya jauh, maka pemerintah akan lebih berat merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 2022.

Apalagi APBN tahun 2022 disusun dengan perencanaan defisit yang lebih rendah daripada tahun 2021. Langkah itu sebagai transisi kita kembali ke defisit dibawah 3 persen PDB pada tahun 2023.

Defisit APBN tahun 2022 direncanakan 4,85 persen PDB setara Rp 868 triliun, lebih rendah dibanding tahun 2021 yang direncanakan sebesar 5,7 persen setara Rp 1.006,4 triliun. Namun pemerintah memperkirakan realisasi defisit tahun ini mencapai 5,82 persen PDB. Dengan modal pertumbuhan 4 persenan tahun ini, maka langkah pemerintah lebih ringan mencapai target defisit tahun depan.

Ancaman laten yang berpotensi mengoreksi pertumbuhan ekonomi kita di sisa waktu tahun 2021 di antaranya naiknya positive rate Covid-19. Varian delta plus yang memiliki daya tular lebih cepat 15 persen, dan mulai menurunnya kedisplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan merupakan faktor potensial penyumbang naiknya angka Covid-19.

Saya berharap Satgas Covid-19, terutama di daerah dan desa tidak kendor melakukan operasi penegakkan disiplin prokes. Pemerintah pusat juga tidak kendor melakukan screening prokes terhadap mobilitas orang dan barang di pintu pintu kedatangan internasional, baik pelabuhan maupun bandara.

Tekanan inflasi yang melanda China juga harus kita waspadai. Kontribusi Negeri Tirai Bambu itu terhadap PDB global sebesar 14,5 persen sangat penting bagi kelangsungan rantai pasok berbagai negara.

China menjadi negara tujuan ekspor dan impor Indonesia terbesar. Ekspor kita ke China terus meningkat, bahkan tahun lalu, saat ekonomi kita mengalami resesi, ekspor Indonesia ke China meningkat jauh dibanding tahun 2019. Nilai ekspor kita ke China tahun 2020 mencapai 31,7 miliar dollar AS, lebih tinggi dibanding tahun 2019 sebesar 27,96 miliar dollar AS.

Nilai impor Indonesia terhadap China malah jauh lebih besar, meskipun mengalami tren penurunan. Nilai impor kita dari China tahun 2018 sebesar 45,5 miliar dollar AS, tahun 2019 turun menjadi 44,9 miliar dollar AS, tahun 2020 kembali turun ke posisi 39,6 miliar dollar AS.

Tingginya transaksi perdagangan dengan China ini harus kita waspadai, mengingat saat ini negara itu mengalami krisis properti, sayuran, pasokan energi yang mengibatkan lonjakan inflasi hingga 13,5 persen dari indeks harga produsen sejak 26 tahun lalu. Ditambah naiknya angka pandemi Covid-19, situasi di China bulan lalu sempat menimbulkan panic buying.

Menyiapkan langkah

Mencermati data BPS tentang postur ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2021 ini, saya melihat belum ada lompatan yang berarti terhadap tingkat Konsumsi Rumah Tangga (KRK). Kontribusi KRK terhadap PDB kita sangat besar, tahun lalu mencapai 57 persen PDB, pada kuartal III 2021 mencapai 53 persen PDB. Meskipun sebagai kontributor terbesar terhadap PDB, KRK selama tiga kuartal di tahun 2021 ini hanya menyumbang 0,55 persen pertumbuhan.

Situasi inilah yang harus menjadi pusat perhatian pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kita. Meskipun segenap amunisi telah ditembakkan oleh pemerintah, khususnya melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak tahun lalu, namun segenap sinyal seperti; pertumbuhan kredit di bank umum yang tak kunjung membaik, pada semester I 2021 hanya tumbuh 0,50 persen, angka inflasi dikisaran 1 persenan, bahkan inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau malah menurun di empat bulan terakhir, dari 1,89 persen di Mei 2021 menjadi 0,99 persen pada Agustus 2021.

Pada beberapa program seperti diskon pajak mobil cukup efektif meningkatkan konsumsi rumah tangga, termasuk program menurunkan Loan to Value (LTV) oleh Bank Indonesia untuk properti. Program-program seperti ini perlu diperbanyak.

Diskon PPN terhadap beberapa barang dan jasa tertentu perlu dipilih oleh pemerintah untuk mendorong tingkat konsumsi, seperti kebutuhan peralatan rumah tangga. Pemerintah daerah saya kira juga perlu dalam satu tarikan nafas dengan pusat. Pemda perlu mendiskon, bahkan bila perlu menggratiskan pajak hotel dan restoran. Sebab sektor ini hanya tumbuh 3,5 persen disepanjang tiga kuartal ini. “Standar” pertumbuhan normal sektor ini adalah 5-6 persen.

Terhadap dampak tekanan ekonomi yang dialami China, kita harus mewaspadai penurunan ekspor dan impor sebagai sumber pertumbuhan. Ekspor dikurangi impor menyumbang pertumbuhan 4,4 persen, lebih besar dari KRK pada kuartal III 2021.

Beberapa komoditas ekspor ke China seperti; batubara, besi/baja, tembaga, buah buahan, karet, rumput laut dan minyak kelapa sawit. Termasuk impor Indonesia dari China seperti; aluminium, buah buahan, sayuran, pipa besi dan baja, pupuk, dan semen. Kesemua produk komoditas itu harus kita antisipasi kelangsungan suplai dan kebutuhan stoknya, agar kontribusi ekspor dikurangi impor pada kuartal IV 2021 tidak menurun, khususnya atas ekspor ke China yang mencapai 20 persen dari total ekspor Indonesia.

Terakhir, kita berharap pemerintah bisa mendorong pertumbuhan pada kuartal IV 2020 minimalnya 3,9 persen, tentu akan lebih hebat bisa di level 4 persenan.

Kunci sumber pertumbuhan Indonesia KRK dan bila ekspor kita turun akibat krisis di China, pemerintah perlu menggantikannya sumber pertumbuhan dari sisi PMTB . Kontribusi PMTB terhadap PDB 30,45 persen selama tiga kuartal 2021 ini. Kunci mendorong pertumbuhan PMTB adalah mendorong pertumbuhan properti, mesin dan peralatan.

https://money.kompas.com/read/2021/12/03/050700926/mengejar-target-pertumbuhan-ekonomi-2021

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

Rilis
[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Whats New
Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Earn Smart
Persyaratan dan Cara Membuat Kartu Kredit BRI Terbaru

Persyaratan dan Cara Membuat Kartu Kredit BRI Terbaru

Whats New
Bandara Juanda Jadi Bandara Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2022

Bandara Juanda Jadi Bandara Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2022

Whats New
Bebas Biaya Tol, Apa Itu Jalan Tol Fungsional?

Bebas Biaya Tol, Apa Itu Jalan Tol Fungsional?

Whats New
Cara Perpanjang Paspor Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Cara Perpanjang Paspor Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Spend Smart
4 Cara Mencari ATM Bank BJB Terdekat dengan Mudah

4 Cara Mencari ATM Bank BJB Terdekat dengan Mudah

Whats New
Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Earn Smart
Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Whats New
Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Spend Smart
Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Whats New
Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.