Salin Artikel

Mengawali Debut di Nasdaq, Saham Grab Ditutup Melemah

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan ride-hailing Asia Tenggara, Grab, memulai debutnya di Nasdaq pada hari Kamis dengan kode emiten GRAB.

Melansir nasdaq.com, Grab adalah perusahaan terbesar sejauh ini yang melakukan merger SPAC dengan Altimeter Growth Corp, dengan nilai kesepakatan 40 miliar dollar AS yang setara dengan Rp 572 triliun (kurs Rp 14.300 per dollar AS).

Dalam pencatatan sahamnya pada Kamis waktu setempat, saham GRAB dibuka pada level 13,06 dollar AS, sempat naik mencapai 18,8 dollar AS sebelum akhirnya melemah dan ditutup pada level 8,85 dollar AS pada debutnya.

Seperti diketahui, GRAB menawarkan berbagai layanan digital seperti transportasi, pengiriman makanan, pemesanan hotel, perbankan online, pembayaran seluler, dan layanan asuransi melalui aplikasinya.

Sebagai super Apps, Grab tersedia di sebagian besar Asia Tenggara, yang kini memiliki 187 juta pengguna di delapan negara.

CEO Altimeter Capital Brad Gerstner, mengatakan, Grab adalah perusahaan ikonik, digerakkan oleh misi, dan dipimpin oleh pendiri yang membuat perbedaan dalam kehidupan orang-orang dan komunitas yang dilayaninya.

“Grab telah menunjukkan pertumbuhan yang tahan lama bahkan selama pandemi dan memainkan peran mendasar dalam digitalisasi Asia Tenggara,” kata Brad.

Kesepakatan Grab termasuk private placement senilai 4 miliar dollar AS yang dipimpin oleh Altimeter Capital Management sebagai bagian dari pembiayaan PIPE, yang merupakan proses bagi perusahaan untuk mengamankan modal dari investor tertentu untuk memungkinkan debut pasar mereka.

BlackRock, T.Rowe Price Associates, Counterpoint Global arm Morgan Stanley Investment Management dan Janus Henderson Investors adalah beberapa investor dalam yang tergabung dalam debut Grab di Nasdaq.

"Kami tidak melihat pertumbuhan dan profitabilitas sebagai sesuatu yang eksklusif. Kami beroperasi di pasar dengan peluang pasar yang besar dan penetrasi yang rendah di seluruh vertikal kami," ujar Anthony Tan.

https://money.kompas.com/read/2021/12/03/070000126/mengawali-debut-di-nasdaq-saham-grab-ditutup-melemah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Nasabah Gagal Bayar AJB Bumiputera Bakal Geruduk Istana

Hari Ini, Nasabah Gagal Bayar AJB Bumiputera Bakal Geruduk Istana

Whats New
Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith?

Siapa yang Memasak Makan Malam Adam Smith?

Whats New
Bitcoin dan Ethereum Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dan Ethereum Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Spend Smart
Penurunan Pendapatan Snap Picu Aksi Jual, Wall Street Ditutup di Zona Merah

Penurunan Pendapatan Snap Picu Aksi Jual, Wall Street Ditutup di Zona Merah

Whats New
Kenapa Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Per Liter Masih Sulit Ditemukan? Ini Jawaban Kemenperin

Kenapa Minyak Goreng Curah Rp 14.000 Per Liter Masih Sulit Ditemukan? Ini Jawaban Kemenperin

Whats New
Kemenperin Sebut Subsidi Minyak Goreng Curah Bakal Dicabut Mulai 31 Mei 2022

Kemenperin Sebut Subsidi Minyak Goreng Curah Bakal Dicabut Mulai 31 Mei 2022

Whats New
Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Berapa Gaji PPPK Guru dan Tunjangannya Setiap Bulan?

Work Smart
Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Cara Mencari Kantor BPJS Ketenagakerjaan Terdekat dengan Mudah

Whats New
Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Pefindo Sematkan Peringkat idAAA Untuk Mitratel

Rilis
Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Tingkat Pengangguran 18 Persen, Google Indonesia Siapkan Beasiswa Data Analis untuk 10.000 Orang

Work Smart
Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Bos Semen Indonesia Sebut Proyek IKN Nusantara Berpotensi Serap 21 Juta Ton Semen

Whats New
PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

PTBA Tebar Dividen Senilai Rp 7,9 Triliun, 100 Persen dari Laba Bersih di 2021

Whats New
Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Syarat dan Cara Gadai Emas di Pegadaian dengan Mudah

Earn Smart
Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Bahas Revisi UU LLAJ, YLKI Usulkan Pemerintah Pungut Dana Preservasi Jalan Ke Kendaraan Pribadi

Whats New
Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Status Ojol Tak Perlu Dilegalkan, INSTRAN: Ojol Hanya Sementara hingga Transportasi Umum Membaik

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.