Salin Artikel

Mandiri Group Luncurkan Startup IPO Whitepaper, Panduan bagi Perusahaan yang Berencana IPO

JAKARTA, KOMPAS.com - Mandiri Group yang terdiri dari Mandiri Capital Indonesia (MCI), PT Mandiri Sekuritas (Mandiri Sekuritas, dan Mandiri Institute meluncurkan Startup IPO Whitepaper berjudul The Billion Dollar Moment: A Paradigm Shift for Indonesian IPOs.

Direktur Utama MCI, Eddi Danusaputro mengatakan, Whitepaper ini terdiri dari empat bagian besar, yaitu The Exit Landscape for Startups, IPO Specific Section, IPOs for Startups, dan Policy Treatment for IPOs in Indonesia.

Menurut Eddi, sejak adanya peningkatan signifikan pada jumlah startup teknologi di Indonesia, M&A atau merger dan akuisisi, menjadi salah satu strategi exit yang paling sering digunakan.

Sejumlah startup yang belum lama ini melakukan M&A, antara lain Moka yang diakuisisi oleh Gojek, Qontak yang diakuisisi oleh Mekari dan Bizzy yang diakuisisi oleh Warung Pintar.

“Melalui Startup IPO Whitepaper, Mandiri Group ingin menyampaikan, IPO atau public listing juga merupakan salah satu strategi exit yang baik untuk dipertimbangkan. Di dalam Whitepaper, Mandiri Group juga membahas tren dan regulasi terkait IPO untuk startup, pro dan kontra Startup untuk IPO, serta keuntungan Startup untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI),” kata Eddi secara virtual, Selasa (7/12/2021).

Meskipun M&A untuk industri Startup teknologi sedang tumbuh pesat di Asia Tenggara, seperti Grab yang baru saja melantai di bursa Nasdaq, tetapi jumlah Startup yang IPO di Indonesia juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan selama empat tahun belakangan ini.

Eddi juga memprediksi, tren IPO akan tetap bertumbuh karena adanya dukungan dari Pemerintah Indonesia.

Sejumlah perusahaan teknologi lokal yang baru saja IPO di BEI, adalah Bukalapak, Cashlex, DIVA, Kioson dan beberapa perusahaan lain.

Sedangkan startup lain, seperti Traveloka dan GoTo sudah ada dalam tahap menuju IPO. Dalam upaya untuk meningkatkan jumlah startup teknologi yang IPO, pemerintah memperbarui regulasi agar lebih ramah untuk startup.

Eddi bilang, saat ini, perusahaan tidak harus mempunyai laba untuk terdaftar secara public, pun demikian dengan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) juga mengurangi dan menyederhanakan proses persyaratan perijinan.

Pemerintah juga sedang berdiskusi tentang kemungkinan diijinkannya dual market listing.

Selain itu, pemerintah juga mengurangi persentase pajak perusahaan serta memberikan insentif pajak tambahan untuk mendukung perusahaan publik.

Eddi mengatakan, dalam Whitepaper IPO, Mandiri Group menjelaskan dampak positif yang diberikan kepada perekonomian Indonesia secara keseluruhan, jika startup teknologi melakukan IPO di BEI.

Walaupun tetap terdapat tantangan menjadi perusahaan public, seperti pengawasan yang lebih ketat, potensi untuk memiliki kendali yang lebih kecil, risiko pasar, dan persiapan IPO yang cukup mahal melalui IPO di BEI, Startup teknologi dapat mendukung pertumbuhan PDB nasional.

Selain itu juga melalui IPO, perusahaan tercatat dapat berkontribusi meningkatkan jumlah pajak penghasilan, mengurangi tingkat pengganguran, meningkatkan kompetisi dan inovasi di pasar Indonesia, meningkatkan penanaman modal asing, dan memperoleh beberapa keuntungan lainnya.

”MCI sangat mendukung ekosistem Startup baik dari sisi portfolio MCI ataupun Startup non-portfolio. MCI berkomitmen untuk terus menjembatani inovasi antara Grup Mandiri dan ekosistem Startup dengan tujuan memberikan nilai tambah bagi Mandiri Group dan Startup. Selain itu, MCI senang melihat lebih banyak potensi exit di ekosistem startup,” tambah Eddi.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana mengatakan, Mandiri Sekuritas berkomitmen tinggi dalam menyediakan berbagai solusi pasar modal dan advisory untuk mendukung akselerasi pertumbuhan bisnis para klien.

IPO whitepaper Mandiri Group ini menyediakan informasi komprehensif dan terkini tentang apa dan bagaimana perusahaan rintisan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk IPO di Indonesia.

“Whitepaper ini juga merupakan wujud dari dukungan kami bagi perusahaan-perusahaan digital teknologi yang sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan bisnis mereka melalui pasar modal Indonesia dalam waktu dekat,” jelas Oki.

Executive Director dari Mandiri Institute Andry Asmoro mengatakan, regulator dan pemangku kepentingan telah memahami, sektor IPO teknologi yang berkembang akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Ini dapat memberikan kontribusi yang sangat besar untuk negara terutama dalam pendalaman keuangan di Indonesia. IPO startup dapat menghasilkan nilai di seluruh perekonomian, bagi individu, perusahaan, pemerintah, dan masyarakat secara keseluruhan,” jelas Andry.

https://money.kompas.com/read/2021/12/07/170850626/mandiri-group-luncurkan-startup-ipo-whitepaper-panduan-bagi-perusahaan-yang

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.