Salin Artikel

Luhut Sebut Pengembangan Kawasan Industri Hijau di Kaltara Jadi Rezeki Boy Thohir

Luhut bilang, awalnya tidak tahu siapa pemilik lahan tersebut. Karena lahan itu menurut Luhut, cocok untuk dijadikan kawasan industri hijau dibandingkan dengan lahan lainnya.

Hal tersebut ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo yang hadir langsung dalam peletakkan batu pertama pengembangan kawasan industri hijau, Selasa (21/12/2021).

"Jujur, tadinya kami tidak mengerti siapa yang memiliki tanah ini. Setelah kami meninjau daerah ini dan mengirimkan tim, baru menemukan bahwa yang memiliki tanah adalah Pak Boy Thohir," jelas Luhut, yang ditayangkan secara virtual.

"Tidak ada pilihan lain pak (Presiden), karena semua tanah di kawasan ini yang paling menarik adalah daerah ini (tanah milik Boy Thohir). Jadi mungkin rezekinya Pak Boy Thohir juga pak (Presiden)," sambung Luhut.

Minat investasi di kawasan industri hijau datang bertubi-tubi

Luhut yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan era Jokowi ini menambahkan, ketika pertengahan Juli 2021, saat pemerintah tengah sibuk menghadapi serta mengatasi virus varian Delta yang masuk ke Indonesia, justru banyak investor mulai menunjukkan minat berinvestasi untuk pengembangan kawasan industri hijau.

"Informasi minat investasi untuk masuk kawasan industri hijau ini datang bertubi-tubi. Pihak konsorsium yang memiliki tanah yang dipimpin oleh Bapak Boy Thohir bernegosiasi dengan banyak investor," katanya.


Kawasan industri hijau, sumber energinya EBT

Sebagai informasi saja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan groundbreaking Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan, Kaltara pada hari ini.

Kawasan industri hijau yang menggunakan sumber energi baru terbarukan (EBT) tersebut merupakan hasil kerja sama investasi antara Indonesia bersama China dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Ini kita harapkan akan menjadi kawasan industri hijau terbesar di dunia, bukan Kalimantan Utara, bukan Indonesia, tapi dunia karena menyangkut lahan, sampai detik ini, (seluas) 16.400 hektar, dan targetnya adalah 30.000 hektar," ujar Jokowi.

Menurut dia, pengembangan kawasan ini merupakan upaya transformasi ekonomi Indonesia. Dari produsen bahan mentah menjadi penghasil barang setengah jadi dan barang jadi.

Dia pun meminta kepada para menteri, gubernur dan bupati untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung kawasan industri hijau ini.

https://money.kompas.com/read/2021/12/21/182420926/luhut-sebut-pengembangan-kawasan-industri-hijau-di-kaltara-jadi-rezeki-boy

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.